Berita

Wiranto/net

Pertahanan

Wiranto: Secara Umum Keamanan Nasional Dilaporkan Kondusif

MINGGU, 25 JUNI 2017 | 12:37 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, menegaskan, kondisi kemanan nasional menjelang dan di hari pertama Hari Raya Idul Fitri 1438 H secara umum kondusif.

"Tentu kita berdoa kegiatan masyarakat tidak terganggu oleh hal yang bisa bikin kita resah. Secara umum laporan semua kondusif, beberapa kejadian bisa ditangani," ujarnya usai melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (25/6).

Wiranto menegaskan dirinya tetap memantau kemanan nasional selama momentum Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Mulai dari aktivitas mudik lebaran hingga keamanan di seluruh Indonesia.


Wiranto bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPR Setya Novanto mendampingi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal.

Imam dalam salat Idul Fitri kali ini adalah Rawatib Masjib Istiqlal Husni Ismail, Sementara khatibnya adalah Quraish Shihab dengan tema khotbah "Idul Fitri dan Semangat Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan". Keduanya dipilih oleh Kementerian Agama.

Namun, sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri di seluruh Indonesia, Markas Polda Sumatra Utara mendapat serangan dari dua orang terduga anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Bahrun Naim. Kejadian pada sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (25/6).

Penyerangan tersebut mengakibatkan korban tewas, Aiptu Martua Sigalingging, yang sedang beristirahat di kamar pos penjagaan pintu III. Ia tewas akibat luka tusuk di dada kiri dan beberapa tusukan di bagian kepala.

Dua pelaku berhasil dilumpuhkan di tempat oleh tembakan aparat Brimob yang berjaga. Satu pelaku tewas, satu lainnya kritis. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya