Berita

Setyo Wasisto/Net

Pertahanan

Sketsa Wajah Penyerang Novel Tergantung Saksi Kunci

JUMAT, 23 JUNI 2017 | 09:48 WIB | LAPORAN:

Meski telah memiliki saksi kunci, polisi masih belum juga menangkap pelaku kekerasan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan KorupNovel Baswedan. Polisi beralasan, saksi kunci berperan besar untuk menghasilkan sketsa wajah pelaku.

"Kalau cepet atau lamanya membuat sketsa wajah, itu kan tergantung dari saksi kuncinya. Bukan dari penyidiknya," kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/6).

Jika saksi kunci mempunyai ingatan yang cukup tinggi, terang Setyo, maka pembuatan sketsa wajah terduga pelaku dapat dilakukan lebih cepat.


"Kalau emang punya ingatan tinggi pasti cepet hasilnya keluar, tapi kalau enggak mah pasti lama," kilahnya.

Terkait teknisnya, Setyo menjelaskan, proses pembuatan sketsa wajah pelaku memerlukan alat khusus untuk membuat sketsa wajah. Sehingga, bisa menyesuaikan dengan informasi yang disampaikan saksi kunci.

"Kita ada alat buat gambar sketsa wajah. Ada yang manual ada yang pakai alat juga. Misalnya dia bilang matanya kurang belo (melotot Setyo) nanti bisa dibikin lagi. Hidungnya kurang mancung dikit, smua disesuaikan" paparnya.

Seperti diketahui, Novel disiram air keras usai salat subuh di masjid dekat rumahnya, 11 April lalu. Hingga saat ini, polisi masih kesulitan menangkap pelaku yang diduga berjumlah dua orang. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya