Berita

Foto/Net

On The Spot

Terminal Pulo Gebang Belum Bebas Calo Nih...

Calon Penumpang Diikuti Sejak Pintu Masuk
RABU, 21 JUNI 2017 | 10:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Meski bergelar sebagai terminal terbesar di Asia Tenggara, tidak menjadikan Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, memenuhi kriteria nyaman bagi calon penumpang. Salah satu penyebabnya, adanya calo.

Senin siang (19/6), atau H-6 jelang Idul Fitri 2017, terminal tersebut cukup ramai. Calon pemudik mulai memadati loket-loket tiket perusahaan otobus (PO) yang siap memberangkatkan pemudik ke berbagai daerah.

Di sekitar loket penjualan tiket, para calon penumpang duduk dan sebagian tiduran di lan­tai atau kursi yang tersedia. Tak lupa, barang bawaan mulai tas, koper, kardus dan karung dari ukuran mini sampai jumbo.


Sambil menunggu keberangkatan bus, berbagai aktivitas pun dilakukan. Ada yang sekadar duduk-duduk, hingga tiduran. Beberapa yang lainnya menunggu barang bawaan se­cara bergantian dengan rekan perjalanannya.

Mereka silih berganti melaku­kan aktivitas selain menunggu bus, seperti untuk ke toilet, membeli sesuatu dan atau me­langsungkan shalat wajib di mushola terminal.

Satu hal yang tampak jelas di terminal tersebut, yakni calo. Calo bahkan sudah mulai menawarkan jasanya sejak calon penumpang turun dari kendaraan yang men­gantar ke terminal tersebut.

Ada pula yang berseragam PO. Jika calon penumpang menolak, karyawan PO memang meninggalkannya. Tapi, tak berse­lang lama, petugas PO berseragam lainnya, mendatangi calon penumpang untuk menawarkan hal yang sama. Mereka tampak lebih agresif kepada calon penumpang yang terlihat bingung.

Selain di pintu masuk ter­minal, keberadaan orang-orang berseragam resmi PO tampak di ujung eskalator menuju lantai mezzanine. Di lantai ini, mereka mengikuti calon penumpang. Bahkan, ada yang setengah me­maksa. Hal tersebut seperti yang dialami Rakyat Merdeka.

"Mau kemana, Mas? Coba tunggu, sini ditanya aja dulu tujuannya mau kemana," ucap pria yang mengenakan seragam terse­but, sambil mengikuti langkah kami sejauh sekitar 10 meter.

Di lantai ini, sekitar 31 loket resmi PO berdiri. Namun, jum­lah tersebut tak cukup menam­pung semua PO yang beroperasi di Terminal Pulo Gebang. Lebih dari 20 PO lainnya menggelar loket darurat menggunakan meja kantoran di ruangan cukup luas yang berada tak jauh dari loket-loket asli.

Untuk mengantisipasi calo, pengelola telah menyediakan anjungan tiket mandiri untuk calon penumpang membeli tiket. Anjungan tiket mandiri di Terminal Pulo Gebang menempati area seluas kira-kira 10x4 meter. Lokasinya tak jauh dari pintu masuk menuju terminal keberang­katan. Di anjungan tersebut terda­pat empat buah layar monitor.

Namun dari pantauan, empat buah monitor anjungan tiket mandiri tampak mangkrak, tak bisa digunakan. Kabel-kabel layar pun tidak ada yang tersambung dengan sumber listrik. Hanya sekitar tiga meter dari monitor-monitor tersebut, tampak enam buah layar tele­visi model LED yang juga mati. Anjungan tersebut malah dijadi­kan calon penumpang sebagai tempat menunggu keberangka­tan maupun tempat beristirahat, atau tidur-tiduran.

Daryono, salah seorang calon penumpang di terminal terse­but mengaku kurang nyaman dengan tindakan calo maupun pegawai PO dalam mencari penumpang. Bahkan, dia mengaku mesti berjalan agak cepat, menghindar dari "kejaran" calo maupun petugas PO yang me­nawarkan tiket.

"Sebenarnya sudah cukup nyaman, adem, aman, tak serawan seperti waktu di Pulo Gadung. Tapi ya tetap saja, calo selalu ada. Bikin tak nyaman, apalagi kalau sampai memaksa," katanya saat ngobrol.

Dia berharap, hal tersebut segera diperbaiki. Selain itu, Daryono menginginkan agar anjungan tiket mandiri segera difungsikan. "Biar tak antre lagi beli tiket, dan calon penumpang bisa terhindar beli tiket dari calo yang harganya lebih ma­hal," harap pemudik yang akan berangkat ke Pemalang, Jawa Tengah itu.

Di tempat sama, Astuti, salah seorang pemudik yang akan berangkat ke Wonosobo, Jawa Tengah, mengaku fasilitas pendukung terminal modern itu sudah cukup baik. "Gedungnya ber-AC dan cukup bersih. Jadi mau menunggu agak lama pun masih cukup nyaman," kata warga Tambun, Bekasi, itu.

Terkait pekerja PO maupun calo yang seperti memburu penumpang, Astuti menyebut hal itu bisa diperbaiki dengan memperbanyak loket, dan sistem tiket online. "Mudah-mudahan semakin baiklah pelayanannya. Biarkan calon penumpang yang milih sendiri kendaraan yang akan ditumpangi, tak seperti dikejar-kejar," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut, Pemprov akan fokus menerapkan layanan pemesanan tiket secara e-ticketing atau tiket elektronik. Selain untuk memudahkan dan mem­berikan kenyamanan kepada para penumpang dalam meme­san tiket perjalanan, e-ticketing akan meminimalisir pergerakan calo, preman, dan pungli.

Adapun penerapan e-ticketing akan rampung dan efektif diterapkan dalam beberapa bulan. "Sedang kita jajaki e-ticketing dengan PT Kereta Api Indonesia. Kita akan samakan dengan sistem mereka. Sebenarnya sudah siap, tapi baru untuk Terminal Tirtonadi Solo," terang Andri. ***

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya