Berita

Foto/Net

Tarif Listrik Naik, Ratusan Mahasiswa Datangi Kantor JK Siang Ini

SELASA, 20 JUNI 2017 | 08:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ratusan pengunjuk rasa dari Himpunan Masyarakat Pancasila akan menyambangi kantor Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), di Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/6), pukul 13.00 WIB.

Amri Abba dari Himpunan Masyarakat Pancasila mengatakan, dalam aksi nanti, mereka akan meminta pertanggungjawaban Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai ketua TNP2K, terkait kisruh pencabutan subsidi listrik.

Pencabutan subsidi listrik bagi pengguna berdaya 900 Volt Ampere (VA) menjadi polemik di kalangan masyarakat. Pasalnya, pencabutan subsidi tersebut berakibat pada kenaikan tarif listrik yang membebani masyarakat, terutama rumah tangga tidak mampu.


Jelas Amri, dalam catatan mereka, kenaikan tarif listrik tersebut hanya diberlakukan 19 juta rumah tangga pelanggan listrik berdaya 900 VA, sedangkan pengguna rumah tangga tidak mampu subsidinya tidak dicabut dan tarifnya tidak naik. Namun, sumber masalah kekisruhan tersebut adalah akurasi data kemiskinan.

"Kami dari Himpunan Masyarakat Pancasila menganggap bahwa polemik dan kisruh pencabutan subsidi listrik saat ini adalah tanggung jawab Pak Jusuf Kalla. Pasalnya, Pak JK merupakan ketua TNP2K. Pak JK harus bertanggung jawab terhadap kisruh ini," ujarnya.

TNP2K sendiri merupakan lembaga yang memberikan data kepada pemerintah mengenai ketentuan rumah tangga mampu dan tidak mampu pengguna listrik berdaya 900 VA.

Dengan demikian, lanjut Amri, Himpunan Masyarakat Pancasila menyatakan lima sikap.

Pertama, menolak pencabutan subsidi tarif dasar listrik. Kedua, listrik merupakan kebutuhan mendasar rakyat, khususnya rakyat miskin. Kebutuhan listrik harus dipenuhi oleh negara dengan memberikan harga yang ekonomis dan dapat diakses oleh rakyat miskin.

Ketiga, pemerintah tidak mengorbankan rakyat miskin hanya karena kesalahan data.. Keempat, jangan karena data tidak akurat, negara harus mengorbankan rakyat miskin. Kelima, ketua TNP2K serta jajarannya harus bertanggung jawab atas kisruh pencabutan listrik bersubsidi yang tidak tepat sasaran. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya