Berita

Net

Bisnis

Borong 50 Boeing, Lion Air Siap Go Public

SENIN, 19 JUNI 2017 | 23:46 WIB | LAPORAN:

Langkah maskapai Lion Air menambah armada dengan membeli 50 pesawat Boeing 737 MAX Series di Paris Airshow tahun ini dinilai sangat jeli. Di mana, armada Lion Air akan semakin kuat dan menjadi tanda perusahaan siap go public.

Menurut Fahrizal FAN selaku Kaukus Rakyat Konsumen Jasa Penerbangan, perhitungan Lion Air menambah 50 Boeing 737 Max menjadi bagian dari pesanan maskapai sebanyak 201 pesawat Boeing 737 Max pada 2011 senilai USD 21,7 miliar. Di mana, Lion Air mendapatkan kredit ekspor dari bank di Amerika Serikat dengan bunga rendah sehingga bisa menghasilkan biaya operasi efisien, dan membuat harga tiket bisa bersaing dengan maskapai domestik atau internasional yang lain.

Selain itu, Boeing 737 MAX merupakan varian baru dari pesawat legendaris Next Generation 737. Mesin baru pada pesawat memiliki keandalan sekaligus kenyamanan, di mana Boeing 737 MAX menggunakan mesin yang efisien bahan bakar dan aman.


"Bagi maskapai yang menggunakan 737 MAX bakal merasakan ada penghematan BBM (bahan bakar) sebesar 10 sampai 12 persen. Serta menghemat biaya operasional sebesar tujuh persen," jelas Fahrizal dalam keterangannya, Senin (19/6).

Dia menjelaskan, kejelian Lion Air mendatangkan 50 unit Boeing 737 Max juga tak lepas dari terus meningkatnya industri penerbangan nasional setiap tahun. Apalagi, saat ini pertumbuhan ekonomi cukup baik. Selama ini, sektor transportasi adalah penopang pertumbuhan ekonomi domestik, serta tuntutan konsumen untuk on time performance dan kenyamanan menggunakan maskapai penerbangan.

"Kaukus Rakyat Konsumen Jasa Penerbangan menilai bahwa Lion Air selama ini mendengar selera anggota kami dalam mengunakan jasa penerbangan berbasis low cost carrier. Dan tentu saja kami harap Lion Air terus meningkatkan pelayanan dan keamanan, serta keselamatan yang sudah baik saat ini," ujar Fahrizal.

Ditambahkannya, langkah Lion Air tersebut bisa membuat maskapai lain di tingkat regional dan domestik sulit mengejar ketertinggalan. Selain itu juga menandakan manajemen Lion Air bersiap untuk go public. [wah]  

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya