Berita

Foto/Penerangan Kostrad

Pertahanan

TNI Gagalkan Penyelundupan Ganja WNA Papua Nugini

SENIN, 19 JUNI 2017 | 13:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Yonif Para Raider 432/Waspada Setia Jaya Kostrad, berhasil menggagalkan penyelundupan ganja kering seberat 1 kilogram oleh pria berwarga negara Papua Nugini (PNG), Minggu (18/6).

Penggagalan menyelundupkan ganja ini bermula sekitar jam 11.00 WIT saat Satgas Pos Skouw mendapat info dari salah seorang warga tentang adanya warga PNG yang akan melintas membawa ganja lengkap dengan ciri-ciri orang tersebut melalui jalan tikus perbatasan RI-PNG di Skouw, Jayapura, Papua.

Pasi Intel Satgas Yonif Para Raider 432/WSJ Kostrad Lettu Inf Muhtafin Soleh langsung merespon dengan mengerahkan anggota untuk menutup jalan tikus alias jalan ilegal yang menjadi pelolosan pelintas batas ilegal. Tidak lama berselang melintaslah orang yang dicurigai tersebut, dan langsung ditangkap dan dibawa ke Pos Kotis untuk dimintai keterangan.


Setelah diperiksa akhirnya mengaku jika ganja seberat 1 kg disimpan di bawah pipa di dekat jalan tikus.

Setelah melaporkan kepada Dansatgas Letkol Inf Ahmad Daud, pelaku berikut barang bukti diserahkan oleh Pasiintel Satgas dengan dikawal beberapa anggota Satgas kepada Pospol perbatasan yang diterima oleh Brigpol Arsyad guna diproses lebih lanjut.

"Kejadian ini harus kita waspadai dan ditindaklanjuti, serta perketat pengamanan wilayah perbatasan ini agar tidak ada celah sedikitpun untuk barang-barang terlarang masuk ke wilayah negara kita," terang Dansatgas Letkol Inf Ahmad Daud dalam rilis Penerangan Kostrad, Senin (19/6).

Lettu Inf Muhtafin Soleh menjelaskan, kejadian ini merupakan yang kedua kalinya penangkapan pembawa ganja di perbatasan dalam rentan waktu singkat.

"Ini menunjukkan bahwa pangsa pasar narkoba di wilayah negara kita sangat menjajikan, sebab kita ketahui masih banyaknya celah-celah untuk masuknya barang terlarang tersebut begitu mudah melalui jalan-jalan tikus yang ada di sepanjang jalur perbatasan, ini harus diadakan pengawasan yang ekstra ketat," pungkasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya