Berita

Gatot Nurmantyo/Puspen TNI

Pertahanan

Panglima TNI: Ngaku Ulama Tapi Umbar Kebencian, Itu Pasti Bukan Orang Islam Dari Indonesia

SENIN, 19 JUNI 2017 | 12:56 WIB | LAPORAN:

Prajurit TNI harus senantiasa dekat dengan rakyat. Sebab, sejarah perjuangan kemerdekaan NKRI menunjukkan peran seluruh rakyat Indonesia, bukan TNI.

Sedangkan, TNI lahir setelah kemedekaan.   

Begitu dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat buka bersama 4 ribu prajurit TNI, tokoh agama, masyarakat  dan 1.000 anak yatim di Islamic Center Tarakan Kampung Empat, Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (18/60 malam.
 

 
Lebih lanjut Panglima TNI menceritakan bahwa perjuangan rakyat yang beratus-ratus tahun lamanya tidak membuahkan hasil karena masih bersifat kedaerahan. Para pejuang, tokoh agama dan pemuda menyadari hal itu, maka muncul rasa persatuan dan kesatuan dalam perjuangan hingga lahir Sumpah Pemuda tahun 1928. Hanya butuh 17 tahun kemerdekaan bisa direbut.

"Bangsa ini bergotong royong dipelopori oleh para pahlawan, ulama dan santrinya serta rakyat sehingga dapat merebut kemerdekaan dengan senjata apa adanya," ujarnya.

Setelah merdeka, para pejuang kemerdekaan termasuk para ulama dan santri kembali ke profesinya masing masing. Namun sebagian ulama dan santri tetap mendedikasikan pengabdiannya untuk menjaga keamanan rakyat dalam  Badan Keamanan Rakyat (BKR) sebagai cikal bakal TNI.

"Pada saat TNI dibentuk para prajurit dari berbagai latar belakang suku, agama dan ras sepakat memilih Pak Sudirman sebagai pimpinan atau Panglima TNI pertama.  Pak Sudirman adalah seorang guru agama dan anak buahnya memanggil dengan sebutan kyai sehingga tidak bisa dipisahkan antara rakyat dan TNI," kata Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot mengingatkan kalau ada orang yang memakai simbol pemuka agama dan mengaku ulama tetapi omongannya memecah belah bangsa, itu pasti bukan Islam dari Indonesia atau orang Indonesia yang dididik di luar negeri.

"Seorang mukmin tidak mungkin mengumbar kebencian dan adu domba," tegasnya.

Panglima TNI menyatakan bahwa apabila ada yang mengumbar kebencian, apalagi yang ingin memecah belah Bhinneka Tunggal  Ika dan Pancasila walaupun berpakaian ulama, jangan diikuti karena dia pasti bukan ulama.

"Pancasila itu hadiah dari umat muslim dan agama lainnya kepada Indonesia. Jadi kalau ada yang berusaha memecah belah bangsa jangan diikuti," ujarnya, mewanti-wanti.

Mengakhiri  sambutannya Panglima TNI berterima kasih kepada para prajurit TNI dan seluruh elemen masyarakat Kaltara, khususnya Tarakan karena selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga, pembangunan Tarakan sebagai ibukota Provinsi yang tergolong muda sudah berjalan dengan baik.

Turut hadir mendampingi  Panglima TNI antara lain KSAD, KSAL, KSAU, segenap Asisten Panglima TNI, Pangdam VI/Mlw, Pangarmatim, Danlantamal Tarakan, Kapolda dan Gubernur Kaltara.[wid]

 


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya