Berita

Agus Susanto (kanan)

Bisnis

Penyelenggara Jamsos Dunia Dituntut Kreatif Gaet Milenialis

SENIN, 19 JUNI 2017 | 04:19 WIB | LAPORAN:

Di seluruh dunia, perkembangan dunia kerja mulai didominasi pekerja muda atau yang biasa disebut generasi milenial. Para milenialis ini, yang merupakan kelahiran sekitar tahun 1980 - 1995, memiliki cara pandang sendiri dalam dunia kerja, termasuk dalam hal perlindungan jaminan kecelakaan kerja.

European Forum menggelar forum internasional "Sustainable Working Life" di Stockholm, Swedia (16/06), yang menghadirkan perwakilan dari seluruh negara-negara penyelenggara jaminan kecelakaan kerja untuk membahas tantangan terkini termasuk perlindungan pekerja generasi milenial.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, diundang sebagai pembicara dalam forum ini sebagai Chairman dari Asian Workers Compensation Forum (AWCF), organisasi penyelenggara jaminan kecelakaan kerja kawasan Asia.


Dalam paparannya, Agus menyampaikan, pekerja milenialis Asia ini berpotensi menjadi motor penggerak perekonomian dan sekaligus bonus demografi yang krusial untuk perkembangan Asia ke depan. Keikutsertaan mereka pada jaminan sosial akan mempengaruhi kesejahteraan dan masa depan perekonomian Asia.

Namun Agus menyayangkan, walau populasi pekerja milenialis di Asia berkembang pesat, perkembangan perlindungan jaminan sosial  pada mereka masih rendah, tertinggal dari kawasan Barat.

Karena itu para penyelenggara jaminan sosial harus berusaha menarik mereka ke dalam sistem jaminan sosial, tentunya dengan pendekatan sesuai dengan cara hidup dan kebutuhan mereka. Semua ini dilakukan agar milenialis menyadari urgensi perlindungan jaminan sosial dalam kehidupan mereka.

"Untuk mendekati para milenialis ini, kita harus  lebih kreatif dan menyesuaikan dengan dunia mereka. Media digital dan sosial media menjadi prioritas dalam edukasi kepada generasi ini. Sajikan informasi yang tepat untuk membuka mata dan menyajikan transparansi pada mereka. Bahkan kami sudah mengembangkan aplikasi yang dapat diakses para milenialis melalui smartphone mereka kapan saja," terang Agus.

Selain itu, Agus menjelaskan pendekatan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan antara lain berupa penyediaan manfaat-manfaat  yang sesuai dengan kebutuhan pekerja milenialis yang masih produktif bekerja, diluar manfaat jaminan sosial itu sendiri. Manfaat tersebut terutama bertujuan mengurangi beban hidup mereka untuk kebutuhan pokok seperti pangan dan perumahan.

Kepada peserta forum, Agus memperkenalkan manfaat keseharian dalam bentuk pemberian diskon bagi para milenialis yang berbelanja di mitra kerjasama. Saat ini lebih dari 500 mitra telah bekerjasama dalam program ini, dan akan terus bertambah. Juga manfaat pembiayaan kepemilikan rumah pertama yang murah dengan dukungan dari mitra perbankan. Semua ini dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai salah satu bentuk daya tarik bagi pekerja milenialis, agar mereka mau bergabung dalam sistem jaminan sosial.

Agus juga mengingatkan peserta forum tidak melupakan para pekerja milenialis yang berpenghasilan rendah. BPJS Ketenagakerjaan juga memperkenalkan sistem crowdfunding untuk donasi pembayaran iuran para pekerja tidak mampu sebagai bentuk intervensi sosial sampai mereka mandiri, melalui Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).

"Semoga program-program yang kita aplikasikan di Indonesia untuk pekerja milenialis, dapat menjadi inspirasi  bagi negara lain. Kami juga banyak belajar dari inovasi negara lain untuk meningkatkan kepesertaan dan pelayanan kepada seluruh pekerja, termasuk milenialis," pungkasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya