Berita

Hukum

KPK Mesti Cepat Tetapkan Tersangka Korupsi JICT Sebelum Semua Pelaku Lari

SABTU, 17 JUNI 2017 | 10:24 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta bergerak cepat menangani kasus dugaan korupsi perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT).

Apalagi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah mengeluarkan laporan hasil pemeriksaan audit investigatif kasus JICT.

"Ini kasus besar. KPK harus berani tetapkan tersangka segera. Ini kasus sudah berjalan dari tahun 2015 dan hasil audit BPK clear. Jadi terang benderang semuanya" kata Wakil Sekretaris Jendral Partai Gerindra, Andre Rosiade, kepada wartawan, Sabtu (17/6).


Andre mengatakan, KPK juga harus terang benderang membuat target penanganan perkara karena melibatkan investor dan bank asing.

Pasalnya, banyak pihak lintas negara yang patut bertanggung jawab dalam kasus ini. Termasuk pihak Deutsche Bank Hong Kong dan Hutchison milik orang terkaya Asia, Li Ka Shing.

Dalam LHP audit investigatif BPK, perpanjangan JICT dilakukan di atas penyimpangan yang saling terkait dan melibatkan Hutchison Hong Kong.

Sementara itu, Deutsche Bank diduga terlibat dalam konflik kepentingan karena bertindak sebagai negosiator, arranger dan lender untuk Pelindo II.

"Hutchison dan Deutsche Bank diduga telah bermufakat jahat dan menguntungkan korporasi mereka. Sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara, sekurangnya Rp 4,08 triliun," terang Andre.

Mengacu pada UU 15/2006 tentang BPK, dalam pasal 8 dijelaskan bahwa hasil pemeriksaan BPK yang telah mengungkap penyimpangan yang mengandung unsur pidana harus ditindaklanjuti oleh pejabat penyidik dengan proses penyidikan.

"Kita dorong KPK fokus pada bukti-bukti yang ada, jangan terlalu lama proses penyidikan agar segera dibawa ke persidangan. Kalau tidak, lari semua itu pelaku kejahatan lintas negara . Kalau tidak dikawal bersama-sama, bisa jadi lolos juga," imbau Andre

Dalam kasus ini, kemungkinan besar bukti-bukti dan aliran dana bisa diakali di luar negeri. Sehingga, perlu melibatkan pihak-pihak terkait.

Selain itu, KPK juga harus mengupayakan pengembalian aset negara dalam kasus ini. Para pelaku harus dijerat dengan dengan pasal pencucian uang dan pidana korporasi.

"Butuh kerja sama KPK, Imigrasi, Interpol, dan kementerian luar negeri untuk mengikuti proses hukum," pungkasnya. [ald]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya