Berita

Ali Bin Smaikh al-Marri/net

Dunia

Blokade Atas Qatar Lebih Buruk Dari Tembok Berlin

SABTU, 17 JUNI 2017 | 07:37 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemutusan hubungan diplomatik oleh negara-negara Arab di bawah pimpinan Arab Saudi terhadap Qatar adalah tindakan yang "lebih buruk daripada Tembok Berlin".

Pendapat itu disampaikan Ketua Komite Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC), Ali Bin Smaikh al-Marri, saat berbicara di Jenewa pada hari Jumat. Ia meminta Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk mengutuk blokade atas Qatar karena melanggar hak lebih dari 13.000 warga negara Arab yang terlibat.

Marri, dalam sebuah wawancara terpisah dengan Al Jazeera, mencemaskan dampak pelanggaran hak tersebut kehidupan keluarga-keluarga yang ada di kawasan.


Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh NHRC pada hari Kamis, tindakan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain bersama dengan Mesir, itu telah memisahkan ibu dari anak-anak mereka dalam beberapa kasus. NHRC sendiri telah menerima ratusan keluhan masyarakat melalui email, telepon dan hotline, atau kunjungan pribadi ke markas besarnya di ibukota Qatar, Doha.

"Prosedur ini lebih buruk daripada Tembok Berlin. Keluarga telah dipisahkan. Satu contoh, seorang pria Saudi meninggal di Qatar. Anak-anaknya dicegah oleh pemerintah Saudi untuk membawa mayat kembali ke rumah sehingga Qatar mengambil tanggung jawab untuk menguburkannya," kata Marri.

Pada 11 Juni, enam hari setelah pemutusan hubungan diplomatik, Arab Saudi mengeluarkan perintah kerajaan untuk mempertimbangkan situasi kemanusiaan keluarga campuran Saudi-Qatar. Kemudian UEA dan Bahrain pun mengikutinya.

Jika blokade ini berlanjut, lanjut Marri, NHRC akan meminta Dewan HAM untuk membentuk misi pencarian fakta untuk melihat dan menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran tersebut.

Dia juga menggambarkan situasi di mana para siswa dipanggil pulang dari Qatar atau dipaksa meninggalkan universitasnya karena krisis diplomatik. Seperti diketahui, pendidikan di Qatar termasuk yang terbaik di antara negara-negara Teluk lainnya.

Para pejabat Qatar mengancam akan membawa kasus blokade terhadap negaranya ke Dewan Keamanan PBB jika aksi tersebut terus berjalan.

Badan penerbangan PBB mengatakan akan meninjau permintaan dari Qatar untuk campur tangan setelah tetangganya di Teluk menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan ke Qatar.

Qatar mengimpor sebagian besar pasokan makanan untuk rakyatnya dari tetangganya di Teluk Arab sebelum krisis diplomatik ini terjadi. Pemerintah Qatar pun telah berbicara dengan sekutunya, Iran dan Turki, untuk mendapatkan pasokan makanan dan air sejak krisis tersebut terjadi. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya