Rencana penutupan secara bertahap 14 perlintasan tak sebidang di lima wilayah ibukota mendapat dukungan dari anggota parlemen DKI.
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Darussalam bahkan berharap agar penutupan perlintasan kereta ini segera dilakukan demi keamanan dan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran perjalanan kereta api.
"Musibah tabrakan yang mengakibatkan gerbong kereta api Walahar terbakar di Stasiun Tanah Tinggi, beberapa hari lalu menjadi pelajaran semua pihak. Untuk itu, dewan sepakat agar perlintasan tak sebidang di Jakarta ditutup demi keselamatan warga Ibukota," kata politisi PKB itu sebagaimana dikutip RMOLJakarta, Jumat (16/6).
Perlintasan sebidang yang bersingungan dengan jalur kereta akan ditutup secara bertahap. Untuk mendukung penutupan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus membangun underpass dan flyover.
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, selain untuk mengurai kemacetan, pembangunan flyover dan underpass dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan.
"Rawan terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang, untuk itu secara bertahap akan kita tutup," ujar Djarot.
Djarot menambahkan, langkah penutupan perlintasan sebidang ini akan dikomunikasikan dengan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
[ian]