Berita

Lathifa Marina

Pertahanan

Kader NU: Aneh, Pemerintah Membiarkan Kelompok Radikal Hidup Di Indonesia

JUMAT, 16 JUNI 2017 | 14:55 WIB | LAPORAN:

Kehadiran kelompok-kelompok radikalisme di Indonesia merupakan ancaman yang jelas dan nyata bagi kehidupan berbangsa di Indonesia. Karena itu menjadi aneh ketika pemerintah seolah membiarkan kelompok-kelompok radikal tersebut untuk tetap hidup di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Kajian Strategis/Komandan Densus 99 GP Ansor, Nuruzaman,  dalam Seminar Ilmiah yang digelar Ikatan Alumni Kajian Stratejik Indonesia Universitas Indonesia (IAKSI) di Jakarta kemarin.

"Komitmen GP Ansor saat ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan harga mati dimana Pancasila bukan agama melainkan tempat dimana seluruh kelompok bisa hidup bersama meskipun terdapat banyak perbedaan dengan berlandaskan pada persamaan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa," tegasnya.


Sementara itu, Sekretaris Lembaga Seni dan Budaya Perwakilan Cabang Istimewa NU Mesir, Lathifa Marina Al Anshori, dalam kesempatan yang sama berbicara tentang peran perempuan dalam menghadapi gerakan radikalisme. Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam menekan tingkat radikalisme.

"Perempuan memiliki kekuatan bernegosiasi demi perdamaian, yang pada akhirnya dapat menghasilkan gerakan resistensi radikalisme tanpa kekerasan, dimana penjabarannya ketidakpatuhan yang diperlihatkan tanpa disertai kekerasan, secara bersama-sama, tertata, dan disiplin dapat merubah konfigurasi kekuatan ideologis laki-laki," ucapnya.

Pembicara lain Ketua Program Studi Ilmu Politik Fisipol UKI Dr. Sidratahta Mukhtar, keinginan sekelompok masyarakat Indonesia dalam menegakkan sistem khilafah karena adanya penurunan nilai-nilai Pancasila. Hal ini sebagai dampak kurangnya perhatian pemerintah sendiri terhadap penyerapan ideologi Pancasila di masyarakat.

Kurangnya perhatian pemerintah ini terlihat dari terciptanya ruang yang muncul dalam regulasi hukum kita yang tidak mampu menyaring hadirnya kelompok-kelompok radikal yang ingin menyingkirkan Pancasila yang pada akhirnya menolak Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam amatannya, hanya segelintir umat Islam yang ingin menegakkan sistem khilafah tersebut. "Bahwa kenyataan ini merupakan fakta yang mengejutkan karena sebenarnya hanya segelintir pihak saja yang menginginkan turunnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia," tandasnya.

Seminar ini merupakan salah satu dari kegiatan IAKSI yang sedari awal terbentuk untuk memberikan sumbangsih pemikiran terhadap Negara Indonesia, khususnya dalam menanggapi maraknya kelompok radikal beserta dampaknya di Indonesia, yang dengan nyata dan jelas menolak kehadiran Pancasila.  [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya