Berita

Bisnis

Investor Baru Kurang Tertarik Kontaktor Pemula

JUMAT, 16 JUNI 2017 | 00:51 WIB | LAPORAN:

. Beberapa waktu yang akan datang, PT Totalindo Eka Persada Tbk, emiten berkode TOPS ini bakal menjadi emiten ke-11 padap encatatan perdana saham di BEI pada tahun ini di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

TOPS melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO) dengan melepas 1,66 miliar lembar saham atau 24,99 persen dari modal. Sesuai keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan di Jakarta, harga IPO akan dipatok pada Rp.310 per saham. Karenanya, dari IPO ini diharapkan akan didapat pemasukan sekira Rp.516,46 miliar.

Namun demikian, masuknya TOPS di bursa saham justru ditanggapi dingin oleh Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) Fahmi Hafel. Penglihatan dia, perusahaan kontraktor yang baru masuk di bursa saham akan kurang menarik bagi investor.


"Saham perusahaan kontraktor infrastruktur yang sudah listing di bursa saham sepertinya akan sulit meningkat dan mendapatkan gain di enam bulan," kata dia dalam keterangan pers, Kamis (15/6).

Sulitnya peningkatan gain itu menurutnya karena pemerintah akan melakukan pemotongan anggaran untuk sektor infrastruktur yang cukup lumayan besar.

Kondisi itu menurutnya diperparah dengan TOPS yang banyak mengerjakan proyek-proyek bangunan dan gedung swasta seperti apartemen, hotel dan lain-lain yang bergantung pada pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana yang dibuat oleh pemerintah.

"Tidak itu saja TOPS juga beberapa kali dalam mengkerjakan proyek pembangunan sebuah proyek milik swasta ,TOPS mengalami kesalahan fatal dari kontruksinya sampai ambruk bangunanya dan menyebabkan kematian dan luka berat para Pekerja nya," tambah Fahmi.

Dalam prospektur rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan seluruhnya untuk: 1.) Sekitar 35 persen atau sebesar Rp174.463.765.543 untuk pembayaran sebagian utang berdasarkan fasilitas-fasilitas pinjaman/pembiayaan yang diperoleh dari kreditur-kreditur (Rp125.953.313.564 untuk membayar sebagian pinjaman Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), Rp31.343.251.819 untuk membayar sebagian pembiayaan musyarakah Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), Rp9.081.863.068 untuk membayar sebagian pembiayaan musyarakah PT Bank BNI Syariah dan Rp.8.085.337.092 untuk membayar sebagian pembiayaan Bank Muamalat Indonesia Tbk). 2.) Sekitar 60 persen untuk memenuhi kebutuhan modal kerja Perseroan guna mendukung operasi Perseroan yang terkait beban pokok penjualan, beban umum dan administrasi, serta bebas bunga pinjaman, dan 3.) Sisanya 5,00% untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan di bidang konstruksi melalui pembelian mesin, alat berat dan/atau peralatan konstruksi antara lain berupa Aluma System, tower crane, passenger hoist, dan concrete pump.

Penjualan saham TOPS menurut Fahmi lebih besar digunakan untuk membayar hutang pada kreditur ini artinya sangat sulit nantinya pemegang saham TOPS akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai saham Perdana dan apalagi akan bisa mendapatkan dividend nantinya

"Jadi menurut Indonesia Development Monitoring ,para investor di Pasar saham harus lebih hati hati dalam membeli saham Perdana TOPS yang Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 1.666.000.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp310,- per saham," tukasnya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya