Berita

Rizal Ramli/RMOL

Bisnis

Rizal Ramli Sebut Pembelian Pesawat Garuda Ada Kongkalikong Dan Unsur Korupsinya

KAMIS, 15 JUNI 2017 | 20:22 WIB | LAPORAN:

Mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli mengatakan terdapat unsur korupsi dalam pembelian pesawat Garuda Indonesia long route Air Bus 350 yang sebenarnya hanya cocok untuk rute ke Amerika atau Eropa.

“Jadi banyak permainan duit. KPK sendiri sudah buktikan ternyata memang ada permainan di dalam pembelian dan penjualan pesawat,” kata Rizal saat menjadi pembicara dalam Forum Dialog HIPMI bertajuk “Garuda Indonesia Ditengah Turbulensi” di Senopati, Jakarta, Kamis, (15/6).

Menurut Rizal, Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan kebangaan Indonesia dengan sejarah panjang. Dari segi teknis telah banyak kemajuan, dan kualitas service premium setara dengan perusahaan penerbangan internasional.


“Tapi, kekuatan ini jadi tertutup karena kesalahan di masa lalu yang terlalu jor- joran dalam membeli pesawat baru yang tidak tepat. Di dalam pembelian pesawat ada sogok menyogok, ada KKN, pemahalan, sehingga akibatnya Garuda Indonesia dikubangi hutang besar triliunan rupiah,” jelas Mantan Menteri Keuangan itu.

Hal- hal tersebut, kata mantan kepala Bulog itu harus segera dibenahi dengan cara mereschedule pembelian pesawat atau dijual ke pihak ketiga.  Dirinya ingin agar Garuda Indonesia fokus untuk meningkatkan pendapatan dari penerbangan domestik dan regional.  Indonesia dikatakannya lebih tepat jika membeli pesawat Air Bus 330 yang lebih efisien dan lebih tepat.

Kemudian, mantan menteri koordinator bidang maritim dan sumber daya ini juga meminta agar komisaris dan manajemen berani menyatakan fakta tanpa ada kepentingan- kepentingan pribadi.

“Dijalur domestik harga tiket Garuda Indonesia itu lebih mahal tapi kualitas lebih baik. Kedua, kami meminta komisaris dan manajemen berani menyatakan kebeneran sesuai fakta yang ada,” kata Rizal.

Dirinya juga mengaku sempat ditentang oleh beberapa pihak atas pernyataan kerasnya, namun begitu Rizal bersikukuh bahwa yang dikatakannya telah melalui proses evaluasi dan analisa.

“Semua yang kita sampaikan itu rasional, telah melalui evaluasi dan analitikal. Dulu saya ngomong begitu banyak yang protes tapi hampir semua yang kami katakan terbukti karena saya tidak asal bicara,” demikian Rizal.

Garuda Indonesia diperkirakan berbagai pihak bisa mengalami kebangkrutan karena omset perusahaan PT Garuda Indonesia (Perseo) kian susut. Hal ini menyusul kerugian mendalam pada tiga bulan pertama di 2017 hingga Rp. 1,31 Triliun. Tercatat perusahaan penerbangan milik negara ini juga memiliki hutang cukup signifikan yakni hampir Rp 40 triliun.[san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya