Berita

Hamdi Muluk/Net

Pertahanan

Komitmen Elit Politik Jaga NKRI Harus Terus Ditingkatkan

KAMIS, 15 JUNI 2017 | 15:16 WIB | LAPORAN:

Komitmen Elit Politik Harus Terus Ditingkatkan Dalam Menjaga NKRI
Selama bulan Ramadhan ini, kondisi sosial masyarakat di Indonesia relatif adem. Situasi ini tidak lepas dari sikap elit politik di Indonesia yang bisa menahan diri sehingga tidak terjadi percikan-percikan intoleransi yang sebelumnya hampir tiap hari terjadi baik itu berupa hasutan, makian, dan ujaran kebencian.

Kondisi ini harus dipertahankan pasca Ramadhan, bahkan kalau bisa ditingkatkan, terutama dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama.

Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk mengatakan, untuk mewujudkan itu, elit politik harus bisa meningkatkan komitmennya untuk menjunjung ideologi bangsa, Pancasila serta persatuan dan kesatuan Indonesia.

Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk mengatakan, untuk mewujudkan itu, elit politik harus bisa meningkatkan komitmennya untuk menjunjung ideologi bangsa, Pancasila serta persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Hanya itu yang bisa menjaga keberagaman suku dan agama di Indonesia. Masyarakat kita tergolong masyarakat yang patrimonial itu yang tergantung pada patrolnya. Semakin banyak tokoh masyarakat yang mengirim pesan perdamaian akan berdampak pada masyarakat dibawah," ujar Hamdi Muluk di Jakarta, Kamis (15/6).

Ia memaparkan, saat ini di Timur Tengah, sudah terjadi perang saudara yang dipicu karena etnik dan agama, penyesatan dari paham-paham transnasional yang tidak mendasar, seperti ingin membuat negara khilafah islamiyah. Itu jelas menjadi ancaman bagi Indonesia yang selama ini sangat menjunjung tinggi perbedaan dan toleransi antar umat beragama.

"Negara Indonesia sudah jadi dan kita hidup rukun selama 70 tahunan lebih. Kekuatan kita Pancasila dan persatuan dan kesatuan. Ini harus menjadi kesadaran bersama. Apabila ada yang mengganggu, kita harus saling mengingatkan, dan orang yang mengganggu itu harus kita bawa ke jalur hukum karena mereka telah merusak ketentraman hidup bersama," terang Hamdi.

Ia memuji potret kebhinnekaan di Indonesia yang terjadi di bulan Ramadan ini. Saat umat Islam berpuasa, masyarakat beragama lain, banyak yang terlibat kegiatan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan seperti menyiapkan tajil, ikut menjaga masjid demi kekhusyuan umat islam beribadah. Hasilnya, 'hiruk pikuk' yang sebelumnya terjadi, seakan 'tersiram' air es, dan berubah menjadi kesejukan yang indah.

Menurutnya, potensi konflik berbasis etnis dan agama di Indonesia akan selalu ada. Memang Indonesia punya sejarah tentang kerukunan umat beragama yang meluas, tetapi juga punya sejarah tentang konflik di beberapa tempat, seperti Poso, Ambon dan Kalimantan.

"Pendewasaan berpolitik sangat perlu. Elit politik jangan memobilisasi isu-isu etnik dan agama untuk kepentingan mereka. Kita punya pancasila sebagai perekat umat beragama dan etnik di Indonesia. Itu saja kita pegang dan perkuat. Insha Allah NKRI tetap kuat," tegasnya.

Kendati demikian, lanjut Hamdi Muluk menilai, ancaman terorisme tetap harus diwaspadai. Pasalnya para pelaku terorisme ini selama ini sering menjadikan ideologi dan pemahaman agama yang salah sebagai ‘senjata’ melakukan aksinya, terutama pemahaman makna jihad.[wid]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya