Berita

Net

Bisnis

Pemerintah Tawarkan Ekspor Jagung Ke Filipina Dan Malaysia

RABU, 14 JUNI 2017 | 22:21 WIB | LAPORAN:

Pemerintah menawarkan produksi jagung pipilan ke Filipina dan Malaysia. Menyusul adanya kelebihan produksi sejak April lalu.

"Dalam pertemuan tadi, mereka mengharapkan kita impor nanas dan durian. Sementara kami tawarkan mereka jagung," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai menerima kunjungan Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Lumen Isleta di kantornya, Jakarta, Rabu (14/6).

Menurut Amran, hubungan perdagangan Indonesia-Filipina di bidang pertanian akan menguntungkan kedua negara. Mengingat, saat ini sudah ada kapal roro berkapasitas besar dengan tarif terjangkau.


"Untuk kapal roro tersebut dari Indonesia membawa jagung sementara dari Filipina membawa buah durian yang menjadi andalan mereka. Jadi pulang pergi dalam kondisi isi, sehingga biayanya murah. Ini akan efisien," jelasnya.

Selain Filipina, pemerintah juga berpeluang mengekspor jagung ke Malaysia. Menurut Amran, Indonesia berpotensi mengekspor jagung ke Filipina sebanyak 1 juta ton dan ke Malaysia sebanyak 3 juta ton.

"Peluang kita Filipina dan Malaysia itu empat juta ton. Nah kalau kita bisa penuhi itu nilainya Rp 12 triliun hingga Rp 15 triliun," bebernya.

Pemerintah sendiri telah menetapkan harga jagung di tingkat petani Rp 3.150 per kilogram dengan kadar air 15 persen untuk diserap Perum Bulog. Penyerapan bisa dilakukan Bulog manakala semua gudang jagung yang dimiliki perusahaan swasta sudah penuh.  

Data Kementan mencatat, produksi jagung tahun 2016 mencapai 23,16 juta ton atau naik sekitar 4 juta ton dari 2015 yang mencapai 19 juta ton. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya