Berita

Ilustrasi/net

Nusantara

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Sudah Beroperasi Normal

RABU, 14 JUNI 2017 | 16:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi normal setelah kemarin malam terjadi penutupan satu landas pacu yaitu runway utara.

Penutupan runway utara tersebut sebagai dampak peristiwa pecah ban dari pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH 725 rute Kuala Lumpur-Jakarta. Ban pesawat itu pecah setelah mendarat dan tengah menuju apron.

Penutupan runway utara dilakukan hingga pukul 22.50 WIB. Kemudian runway tersebut sudah dapat digunakan untuk take off serta landing khusus pesawat berbadan sedang atau narrow body. Pesawat MH 725 selanjutnya dapat dievakuasi pada pukul 01.40 WIB.


Adapun sejak pagi tadi, runway utara sudah dapat digunakan untuk melayani penerbangan pesawat narrow body dan juga pesawat berbadan lebar atau wide body. Dengan demikian, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi normal dengan dua runway yakni runway utara dan selatan.

Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II (Persero), Agus Haryadi, mengatakan, proses evakuasi dilakukan oleh personil Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan dibantu ground handling.

"Penyebab pecah ban MH 725 tersebut masih diinvestigasi, di mana tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT juga sudah memulai investigasi di lokasi pada dini hari tadi," katanya.
 
Sebagai dampak dari penutupan runway utara kemarin malam, sejumlah penerbangan dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta harus mengalihkan pendaratan atau divert ke bandara lain.

Penerbangan tersebut antara lain Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 655 rute Makassar-Jakarta, GA 571 rute Balikpapan-Jakarta, GA 157 rute Batam-Jakarta, dan GA 457 rute Kupang-Jakarta, di mana seluruh penerbangan tersebut divert ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Di samping itu, penerbangan Lion Air JT 539 rute Solo-Jakarta dan JT 6891 rute Medan-Jakarta juga dialihkan mendarat ke Palembang. Adapun JT 385 dari Medan menjadi mendarat di Halim Perdanakusuma, dan JT 687 dari Pontianak menjadi mendarat di Surabaya.

"Pengalihan pendaratan ini karena penyesuaian menyusul ditutupnya runway utara. Kami tegaskan, divert bukan karena adanya genangan air di sisi udara atau di runway, karena memang runway di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipastikan tidak akan mengalami banjir atau tergenang air," jelas Agus Haryadi. [ald]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya