Berita

Gilarsi Wahju Setijono/Net

Bisnis

Ubah Imej, Pos Indonesia Ingin Rebut Kata Kunci 'Paket'

RABU, 14 JUNI 2017 | 15:56 WIB | LAPORAN:

PT Pos Indonesia yang cikal bakalnya 26 Agustus 1746 mulai memikirkan peralihan gaya hidup masyarakat millennia yang suka berbelanja online.

Brand rejuvenation (peremajaan imej) harus dilakukan agar perusahaan kurir milik negara ini tidak ketinggalan zaman dan bisa tetap diingat. Tidak hanya sekadar pengiriman surat atau wesel, tapi juga sebagai jasa pengiriman paket.

"Selama ini kan di benak masyarakat, Pos lebih lekat dikenal dengan kata surat dan wesel. Sedangkan kata kunci paket sendiri bergeser ke arah pemain-pemain baru," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia, Gilarsi Wahju Setijono saat media gathering di di Gedung Pos Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (13/6).


Gilarsi menyebut, awarness untuk kata kunci paket ini perlu dimiliki dan direbut kembali. Terlebih mengingat ketatnya kompetitor di dunia jasa kurir saat ini. Ditambah lagi meningkatnya aktivitas belanja online yang semakin tinggi. Pergeseran itu dipastikan bakal terus terjadi di masa depan.
 
"Intinya sejalan dengan program brand rejuvenation, maka Pos Indonesia melihat produk paket sebagai produk yang menjadi tulang punggung, baik saat ini, maupun mendatang," terangnya.

Dalam rangka mencapai tujuan itu, Wahju sudah mencanangkan sejumlah jargon seperti Pos Indonesia Begerak dan Pos Indonesia Juara. Yang terbaru yakni diluncurkannya jargon yang menggambarkan kekuatan Pos Indonesia saat ini yaitu #PaketinAja #POSbisa. Tentu jargon itu didukung dengan jasa kurir yang andal, terpercaya, relevan dengan zaman, dan bisa mengantar paket ke seluruh Indonesia. Semua jasa terbaik itu diberikan dengan harga yang sangat terjangkau.

"Persaingan semakin ketat, makanya kunci paket itu perlu dimililki dan direbut kembali," imbuhnya.

Khusus untuk Ramadhan dan Idul Fitri, Pos Indonesia mengajak masyarakat untuk mengirimkan ucapan selamat Lebaran dan parcel misalnya, melalui jasa paket Pos Indonesia.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya