Berita

Gatot Nurmantyo/Net

Nusantara

Panglima TNI: Sel Tidur ISIS Ada Di Hampir Semua Provinsi RI

SENIN, 12 JUNI 2017 | 19:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta insan pers terus bekerja mendinginkan situasi sosial politik menjelang tahun-tahun politik.

Hal itu ia sampaikan di hadapan pimpinan media massa, organisasi pers dan wartawan saat buka puasa bersama di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (12/6).

"Dalam praktik kehidupan berbangsa bernegara beberapa bulan terakhir ada riuh rendah politik, tapi akan meningkat lagi pada 2018 dan 2019," kata Panglima.


Ia meminta insan pers dan TNI sama-sama mengamati perkembangan dengan seksama.

"Kita amati dengan bijak sehingga media mendinginkan, bukan sebaliknya," ucap Gatot.

Ia berharap, Indonesia bisa mempertahankan posisi lima dunia sebagai negara terpercaya untuk investasi.

"Dalam kondisi internasional itu sangat penting. Ekonomi adalah standar dan tolok ukur untuk memprediksi krisis sosial dan berujung krisis ekonomi," jelasnya.

Gatot juga mengangkat isu bahaya terorisme dalam pidato sebelum berbuka puasa itu. Ia mengingatkan, keberadaan militan Negara Islam (ISIS) di wilayah selatan Filipina pernah ia katakan 1,5 tahun lalu berdasar masukan intelijen yang akurat.

"1,5 tahun lalu saya dapat informasi bahwa kalau Suriah dan Irak tidak aman maka mereka bangun basis di Filipina. Kita tidak pernah dengar ada indikasi di Marawi, kita enggak pernah lihat sel-sel tidur yang dibangun dari awal," terangnya.

Dia mewanti-wanti jaringan ISIS di selatan Filipina akan memancing jaringan-jaringan terorisme di Indonesia untuk bergabung. Suatu waktu, tidak tertutup kemungkinan mereka membangun basis.

Dia mengatakan, basis-basis ISIS di Indonesia bisa terbangun mudah karena sel tidur terorisme sudah disiapkan di hampir semua provinsi di Indonesia.

"Hampir di semua provinsi ada sel-sel ISIS tetapi mereka tidur, kecuali Papua," katanya.

Dia meminta semua pihak berhati-hati dan waspada. Indonesia yang tadinya damai dan rukun bisa terjebak konflik atau perang saudara seperti di Suriah atau Afghanistan.

"Jangan sampai konflik Suriah pindah ke Indonesia. Media harus ingatkan ke masyarakat agar orang-orang tak dikenal dilaporkan saja ke aparat," tegasnya.

Terkait ancaman serius itu, Gatot mengungkapkan dirinya akan segera berkunjung ke daerah-daerah dalam waktu dekat untuk memastikan ISIS tidak bisa berkembang. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya