Berita

Politik

Hary Tanoe Pastikan SMS-nya Ke Yulianto Bukan Ancaman

SENIN, 12 JUNI 2017 | 13:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki maksud untuk mengancam Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Yulianto dalam pesan singkatnya.

Hary Tanoe menjelaskan bahwa SMS yang dia kirim ke Yulianto pada tanggal 5 Januari 2016 dan WhatsApp (WA) tanggal 7 Januari 2016 adalah satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

"Hanya saja penyampaian WA tanggal 7 Januari 2016 lebih halus lagi," jelasnya usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Senin (12/6).


Ketua umum Partai Perindo ini memastikan bahwa isi SMS itu tidak untuk mengancam Yulianto. Kata dia, kalimat "memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena" bukan ancaman karena bersifat jamak.

"Jadi bukan ditujukan kepada seseorang atau tertentu. Keputusan Panja Komisi III, DPR RI tanggal 17 Maret 2016 juga menyimpulkan kasus SMS dan WA ini bukan ancaman," jelasnya.

Menurutnya, kasus ini terkesan dipaksakan karena sudah lama tidak didengarkan kemudian kini muncul kembali.

"Sudah lama diam namun setelah Pilgub DKI diangkat kembali," tegasnya.

Hari ini, Hary Tanoe dipanggil Bareskrim Polri untuk diperiksa terkait dugaan pesan singkat elektronik (SMS) bernada ancaman kepada Yulianto. [ian]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya