Berita

Gatot Nurmantyo/Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa

Pertahanan

Jenderal Gatot: TNI, Rakyat Dan Ulama Tidak Mungkin Dipisahkan

SENIN, 12 JUNI 2017 | 12:45 WIB | LAPORAN:

TNI dan rakyat tidak bisa dipisahkan, karena sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran rakyat termasuk ulama dan santri yang tergabung dalam  laskar-laskar pejuang.  

Setelah  kemerdekaan, para ulama dan santri ada yang kembali ke pesantrennya masing-masing, namun ada pula yang berdagang dan berkarya. Sebagian dari mereka terpanggil untuk menjaga Keamanan Rakyat, maka dibentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang saat ini kita kenal dengan TNI.

 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya pada acara Safari Ramadhan bersama 3.500 prajurit TNI-Polri, ulama, masyarakat serta 1.000 anak yatim piatu di Lapangan Apel Batalyon Para Raider 502/UY Brigif 18 Para  Raider/2 Kostrad, Jabung Malang, Jawa Timur, Minggu (11/6).

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya pada acara Safari Ramadhan bersama 3.500 prajurit TNI-Polri, ulama, masyarakat serta 1.000 anak yatim piatu di Lapangan Apel Batalyon Para Raider 502/UY Brigif 18 Para  Raider/2 Kostrad, Jabung Malang, Jawa Timur, Minggu (11/6).


Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot menyatakan bahwa Panglima Besar Jenderal Sudirman, Panglima TNI yang pertama, adalah pejuang yang berasal dari rakyat dengan latar belakang sebagai guru agama yang tidak pernah lepas dari wudhu, sehingga anak buahnya memanggil dengan sebutan kyai.

"Oleh karena itu, TNI dan rakyat serta ulama tidak mungkin bisa dipisahkan sampai kapan pun dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama," jelasnya.

Panglima TNI menambahkan, keamanan dan ketentraman Jawa Timur, khususnya di Malang terpelihara dengan baik karena masyarakatnya guyub. 

"Sebentar lagi, tahun 2018 akan ada Pilkada di sini, mudah-mudahan masyarakat Jawa Timur bisa menunjukan kedewasaan dalam politik, bersaing silakan tapi masyarakat harus tetap damai sehingga pembangunan tetap berjalan dengan baik," pintanya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan terima kasih kepada semua prajurit karena tingkah laku yang sopan santun dan kedekatan dengan masyarakat, sehingga kepercayaan masyarakat kepada TNI tinggi.

"Ini bukan harus dibanggakan, tetapi bagaimana kita harus mempertahankannya karena TNI dan rakyat  tidak bisa dipisahkan, sejarah membuktikan bahwa yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan bukan hanya TNI, tetapi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Di sela-sela sambutannya, Panglima TNI bercerita tentang seorang tukang cat perahu, yang dimintai tolong oleh pemilik perahu untuk mengecat perahunya. Ketika sedang mengecat, dia melihat ada lubang di bawah perahu yang sedang dia cat. Tanpa memberitahukan ataupun diperintah pemilik perahu, lubang tersebut langsung ditambal dengan kuat. Selesai dicat, pemilik perahu langsung mengecek dan mengatakan bahwa hasilnya sangat rapi dan bagus.

Ketika perahu tersebut digunakan oleh anak-anak pemilik perahu pergi memancing, si pemilik perahu begitu kuatir karena perahu tersebut masih berlubang.

"Namun, Alhamdulillah anak-anaknya selamat semuanya. Ternyata lubang dibawah perahu, sudah ditutup sama si tukang cat," tutur Panglima TNI. 

Menurut Gatot, makna dari cerita ini apabila berbuat baik pasti akan bermanfaat dan ada hikmahnya.

"Maka biasakanlah kita selalu berbuat baik, kapanpun juga. Ingat, setiap kita berbuat kebaikan, sama dengan kita menerangi jalan kita sendiri. Ingatlah bahwa Allah SWT adalah yang maha mengetahui, pengasih lagi penyayang," pungkasnya.[wid]

 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya