Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

PetroChina Incar Bisnis Hilir Migas

SENIN, 12 JUNI 2017 | 11:55 WIB | LAPORAN:

Perusahaan minyak dan gas (migas) asal Tiongkok PetroChina Indonesia membuka peluang dengan berbagai pihak untuk mengembangkan bisnis migas di Indonesia.

Salah satu usaha yang dilakukan dengan menggandeng perusahaan migas nasional, PT Pertamina (Persero).

Vice President Kemitraan dan Hubungan Pemerintah PetroChina Indonesia, Budi Setiadi mengatakan, langkah ini sekaligus menjadi cara perseroan mengembangkan bisnis di sektor hilir minyak dan gas bumi.


"Ini menjadi komitmen kami untuk memperkuat keberadaan perseroan yang sudah lima belas tahun beroperasi di Indonesia. Prinsipal juga sudah memberikan arahan agar kita diskusi dengan pemangku kepentingan di Indonesia mengenai peluang bisnis ini," kata Budi di Jakarta.

Alasan PetroChina ingin terjun ke sektor hilir migas, menurut dia, sejalan dengan perkembangan perusahaan yang sudah cukup lama beroperasi di Indonesia.

Sementara untuk meningkatan produksi, menurut Budi, PetroChina terus mencari blok migas baru seiring akan berakhirnya kontrak blok Tuban pada 28 Februari 2018.

"Jika ada wilayah kerja yang menarik dan ekonomis, akan dipertimbangkan untuk diakuisisi, katanya.

PetroChina, kata Budi juga sudah melakukan pembicaraan awal dengan Pertamina yang menjadi mitra perseroan di Tuban.
"Bicara secara business to business, apa bisa masuk lagi," kata Budi.

Sekadar info, Wilayah Kerja (WK) blok Tuban Jawa Timur saat ini dimiliki oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Tuban East Java sebesar 50 persen, Petrochina International Java 25 persen dan PT Pertamina Hulu Energi Tuban sebesar 25 persen.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya