Berita

Dunia

WNI Di Qatar Doa Bersama Agar Konflik Dengan Negara-Negara Arab Berakhir Damai

SENIN, 12 JUNI 2017 | 02:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Duta Besar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi menghimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di Qatar tetap tenang. Namun diingatkan harus tetap waspada karena konflik diplomatik yang terjadi antara negara-negara Arab dengan Qatar ini hanya bersifat politis.

Imbauan tersebut disampaikan saat menyampaikan kata sambutan dalam acara peringatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan di KBRI Doha bersama sekitar 250 orang yang terdiri dari wakil-wakil dari 51 organisasi masyarakat Indonesia di Qatar (Minggu, 11/6).

Peringatan Nuzulul Quran ini merupakan rangkaian dari kegiatan Ramadan yang dilakukan Komunitas Indonesia yang dikoordinasikan oleh Indonesia Muslim Society in Qatar (IMSQA) yang dipimpin Abdullah dan Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) yang menjadi wadah bagi sekitar 40 ribu WNI yang dipimpin oleh Edwin Kurniawan.


Acara tersebut merupakan rangkaian acara komunitas diaspora yang tersebar di berbagai kota di Qatar seperti Dukhan, Messaid, Wakrah, Alkhor dan Doha.

Dubes Sidehabi berharap masyarakat Indonesia turut memdoakan agar konflik di Timur Tengah khususnya yang dihadapi Qatar segera memperoleh solusi yang baik untuk kawasan Timur Tengan khususnya bagi umat Islam. Ormas-ormas yang ada di Qatar juga didorong turut membantu meredakan WNI yang panik akibat informasi yang keliru.

Mantan anggota DPR RI ini juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi telah menelpon Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani pada Jumat (9/6) lalu guna menyampaikan komitmen Indonesia untuk berperan dalam penyelesaian konflik melalui dialog.  Sebelumnya Menlu Retno juga singgah ke Qatar dan berkomunikasi dengan Menlu Qatar, Sheikh Muhammad Al-Thani dan sekaligus melihat kesiapan KBRI dalam mengantisipasi konflik.

Terkait dengan adanya rumor dan informasi mengenai adanya konsentrasi militer di perbatasan Qatar-Saudi Arabia, mantan Irjen TNI ini mengirim tim KBRI guna melihat perkembangan diperbatasan kedua negara secara langsung dan menverifikasi informasi tersebut serta mengupdate mengenai prosedur imigrasi melintasi perbatasan.

Berdasarkan pantauan, kondisi perbatasan aman dan terkendali. Rumor yang beredar mengenai mobilisasi pengerahan militer ternyata tidak terbukti. Imigrasi Qatar masih mengijinkan setiap pemegang paspor Saudi untuk melintasi perbatasannya. Namun terjadi penurunan lalu lintas yang cukup drastis di perbatasan sekitar 75%. Apalagi mengingat sebelumnya bahwa sekitar 40% kebutuhan impor Qatar melalui perbatasan darat Saudi Arabia.

Menurut Pejabat KBRI Doha, Boy Dharmawan, dalam rangka mengantisipasi konflik, KBRI telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus guna memastikan kesiapan staf KBRI dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada WNI. Selain itu, KBRI juga telah memiliki Contigency Plan atau langkah antisipasi guna  melindungi WNI dan aset Pemerintah RI di Qatar.

Ditambahkannya, KBRI menghimbau WNI untuk segera memperbarui data dengan melaporkan keberadaannya di Qatar. Layanan lapor diri bisa dilakukan online melalui http://paspor.kbridoha.com.

Jumlah WNI di Qatar yang telah melapor diri ke KBRI sampai Juni 2017 terdapat sekitar 29 ribu. Selain itu, dalam rangka memperkuat pelayanan masyarakat, KBRI juga dengan menyediakan layanan Hotline KBRI Doha yang dapat dihubungi bagi WNI yang membutuhkan bantuan dan informasi pada nomor +974 3332 2875.

Ketua IMSQA, Abdullah, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dubes Basri yang memfasilitasi acara Nuzulul Quran sekaligus memberikan paparan bagi WNI agar tetap tenang dalam menghadapi konflik di Qatar. "Kami merasa tenang dengan upaya yang dilakukan KBRI," imbuhnya.

Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Doha, Anwar Lukman Hakim, menatakan bahwa selama bulan Ramadan telah diselenggarakan berbagai kegiatan seperti buka puasa bersama TKI, Peringatan Nuzulul Quran, Sholat Tarawih, ceramah Ramadan, Ramadan Fun 2017, penyaluran zakat fitrah yang kemudian ditutup dengan sholat Idul Fitri. Acara tersebut juga mengundang para Tenaga Kerja Indonesia bermasalah yang berada di penampungan KBRI Doha guna meringankan penderitaan para TKW yang menunggu dipulangkan agar merasakan peringatan Nuzulul Quran.

Sementara itu dalam ceramah yang disampaikan Ustad Dr. Azhami Samiun Jazuli MA,  dipaparkan mengenai makna dan hikmah Nuzulul Quran bahwa hidup manusia pasti akan lebih baik jika selalu bersama Quran karena Quran lebih baik dari apa saja yang di dunia. Perlunya kita bersungguh sungguh untuk melakukan hijrah yang berdasarkan Al Quran sebagai kitab yang rahmatan lilalamin.

Diakhir ceramah, Ustadz Azhami mengajak WNI di Qatar untuk berdoa agar konflik di kawasan segera berakhir dengan damai. Mereka pun melakukan doa bersama agar konflik diplomatik yang terjadi antara negara-negara Arab dengan Qatar segera berakhir. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya