Berita

Muhadjir Effendy

Pertahanan

Tolak Kebijakan Mendikbud, PBNU Akan Sampaikan Langsung Ke Presiden

SENIN, 12 JUNI 2017 | 02:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menolak kebijakan Mendikbud Muhadjir Effendy bahwa kegiatan belajar-mengajar selama lima hari. Belajar-mengajar selama lima di semua tingkatan sekolah hari yang mulai berlaku pada tahun ajaran 2017-2018 merupakan kebijakan yang ahistoris dan mengabaikan sosial budaya masyarakat muslim Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua PBNU, Muhammad Sulton Fatoni, dalam keterangannya. Dia heran kenapa Mendikbud kembali mewacanakannya.

"Full day school yang digagas Pak Menteri sudah lama mendapatkan penolakan masyarakat muslim Indonesia. Jika tetap dilaksanakan mulai tahun ajaran baru, ini bentuk kebijakan yang tidak aspiratif, menang-menangan, sekehendaknya sendiri," ucap Sulton dalam keterangan persnya.


PBNU sendiri pun sudah menyampaikan ketidaksetujuannya dengan konsep full day school karena dinilai ahistoris dan tidak berangkat dari kultur budaya muslim Indonesia. Full Day School juga dinilai potensial menjadi proses pendangkalan ajaran Islam, menjauhkan peserta didik dari lembaga-lembaga keagamaan yang berkualitas di daerahnya masing-masing.

"Hal mendasar yang terjadi saat full day school diterapkan adalah matinya madrasah-madrasah diniyyah, belajar agama sore hari, interaksi santri-kiai di sore hari." ucapnya.

Padahal di waktu dan proses sore hari itulah anak-anak muslim usia sekolah mendapatkan bimbingan etika dan moralitas yang matang, bukan di sekolah yang sarat target angka-angka. "Inikah yang Pemerintah inginkan?” urai Sulton yang juga Dosen Sosiologi di Universitas Nahdlatul Ulama Jakarta.
 
Karena itu, saran Sulton, sudah saatnya Pemerintah melakukan perbaikan substansial terhadap sistem pendidikan kita. Saat ini kualitas pendidikan Indonesia belum mampu bersaing di dunia internasional bukan karena kualitas peserta didiknya yang buruk tapi karena terlalu sering setiap ganti menteri ganti kebijakan.

"Sudahlah, sudahi tradisi buruk mengutak-atik sesuatu yang tidak substansial. Lakukan evaluasi secara berkala dalam kurun waktu yang ideal. PBNU tetap tidak setuju konsep full day school dan jika dipaksakan, Ketua Umum PBNU akan menghadap langsung ke Pak Presiden untuk menyampaikan ketidaksetujuan hal ini," tandasnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya