Berita

Sulton Fatoni/Net

Konten Hoax Di Bulan Ramadhan

MINGGU, 11 JUNI 2017 | 18:41 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

DALAM sebuah diskusi di Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informasi Bapak Rudiantara mengemukakan wacana menghentikan layanan media sosial sebagai langkah terakhir jika ruang menyebar konten hoax semakin parah di Indonesia.

Kata Pak Menteri, Facebook merupakan media sosial terpopuler di dalam negeri dengan 110 juta pengguna dan termasuk ladang subur bagi mereka yang gemar mempromosikan konten kebencian dan berita palsu. Kata hoax akhir-akhir ini memang sangat populer. Kata hoax merujuk kepada informasi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya. Hoax berarti berita palsu atau bohong.
 
Masih banyak yang tergoda untuk menyebarkan hoax di bulan Ramadhan. Beberapa waktu lalu misalnya, seorang anak muda di Pasuruan ditangkap polisi dengan tuduhan menyebarkan konten hoax dan kebencian. Beredar juga broadcast hoax adanya serangan gangster di beberapa titik di Jakarta Barat. Begitu juga di Kalimantan Tengah, Polisi memanggil seorang pemuda karena menyebarkan berita hoax di media sosial tentang adanya begal yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.


Sesungguhnya Islam sudah mengajarkan bahwa setiap orang tidak diperbolehkan berbuat sesuatu yang dapat merugikan orang lain. Apalagi saat ini bulan Ramadhan. KH Yasin Asymuni dalam kitab Risalatus Shiyam menjelaskan tentang beberapa perbuatan di bulan Ramadhan yang Allah SWT benci, di antaranya berdusta (al-kidzb), bertutur kata buruk (al-fakhsy).

Pada konteks ini tentu termasuk menyebarkan hoax di media sosial dan menyebarkan kebencian. Allah juga membenci hambanya yang berkonflik. Jika di antara kita ada yang diajak berkonflik maka dianjurkan untuk secepatnya menghindari, ucapkan saja secara lugas, “saya sedang berpuasa.”

Berkaitan dengan bulan Ramadhan, Rasulullah saw. bersabda sebagaimana diriwayatkan Imam Tirmidzi, “…wahai orang yang ingin berbuat baik, segeralah! Juga hai orang-orang yang ingin berbuat hal buruk, tahanlah! Allahlah yang membebaskan hamba-Nya yang dikehendaki di setiap malam Ramadhan dari api neraka”. Karena hindarilah bertutur kata buruk di bulan Ramadhan. Tidak ada manfaatnya membuat atau menyebarkan hoax di bulan Ramadhan.

Menyebarkan hoax di bulan Ramadhan memang tidak membatalkan puasa. Puasa Ramadhan tetap sah. Meskipun demikian untuk apa melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sambil melakukan perbuatan yang Allah benci? Maka di bulan Ramadhan ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki perilaku kita dan membuang perilaku buruk kita.

Apa langkah yang harus kita ambil untuk memperbaikinya? Terdapat hadits Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan Ibn Majah, “ Dari Hudazaifah, saya pernah mengadu kepada Rasulullah tentang ucapanku yang buruk, beliau bersabda, dimana permohonan ampun kamu kepada Allah sedangkan sungguh aku memohon ampun kepada Allah sebanyak seratus kali setiap hari?”

Maka jelaslah bahwa Allah membenci perilaku hoax, baik memproduksi maupun menyebarkannya. Segeralah memohon ampun berulang kali kepada Allah Swt. sebagai langkah sikap yang mengiringi setiap perbuatan hoax yang terlanjur telah dilakukan. Karena jika tidak diikuti dengan permohonan ampun (istighfar) maka secara otomatis sang pelaku sulit menjauh dari sifat bohong, menggunjing, sumpah serapah, adu domba, konflik dan perdebatan yang tidak ada manfaatnya.

Sekian banyak sifat dan perbuatan tercela tersebut menggunakan lisan. Padahal Rasulullah saw. telah mengingatkan agar umat Islam agar selalu menjaga lisannya, “Qul khairan aw liyasmut.” Pilihannya hanya dua yaitu bertutur kata yang baik; atau jika tidak bisa maka diamlah. Selamat berpuasa. [***]

Penulis adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya