Berita

Taner Kilic/Press TV

Global

Dituduh Terkait Gulen, Kepala Amnesty International Turki Diamankan

SABTU, 10 JUNI 2017 | 20:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kepala Amnesty International di Turki telah didakwa atas dugaan hubungan dengan ulama oposisi Fethullah Gulen yang berbasis di AS, yang dituduh Ankara melakukan kudeta yang gagal tahun lalu.

Kelompok hak asasi manusia membuat pengumuman tersebut jelang akhir pekan ini. Kepala Amnesy International tersebut adalah Taner Kilic.

Ia telah didakwa dengan keanggotaan sebuah organisasi teroris yang terlibat dalam kudeta gagal Juli lalu terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.


Kilic ditahan dalam tahanan setelah ditahan bersama 22 pengacara lainnya di kota Izmir, Turki barat pekan lalu.

Ia diamankan dalam pembersihan pasca-kudeta

"Pembela hak asasi manusia, pimpinan Amnesty Turkey, Taner Kilic, ditahan dalam penahanan pra-peradilan. Tidak ada bukti yang kredibel yang dipresentasikan," kata periset Amnesty Turki Andrew Gardner.
 
Ia juga menggambarkan tuduhan itu adalah olok-olok bagi keadilan.

"Taner Kilic adalah pembela HAM yang berprinsip dan penuh semangat. Tuduhan yang diajukan terhadapnya hari ini benar-benar tanpa pamrih. Mereka menunjukkan betapa sewenang-wenangnya, betapa menyapu, dorongan hiruk pikuk pemerintah Turki atas musuh dan kritiknya yang dirasakan telah terjadi. Dia harus segera dibebaskan dan dakwaan terhadapnya dijatuhkan, "kata Salil Shetty, Sekretaris Jenderal Amnesty International seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya