Berita

Foto/Net

Nusantara

Suku Baduy Apresiasi Sahur Dan Santunan Yang Diadakan Muhammadiyah-Elshinta-UHAMKA

SABTU, 10 JUNI 2017 | 18:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Radio Elshinta Peduli dan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) mengadakan sahur bersama dan santunan kepada 50 orang anak yatim dhuafa dari Suku Baduy Kompol, Leuwidamar, Lebak, Banten, di Masjid Sultan Ageng Tirtayasa Kampung Baduy, Kompol, Sabtu (10/6).

Sahur bersama dan santunan ini dalam rangka mensyiarkan bulan suci Ramadhan 2017.

Disamping itu ada dialog interaktif Ramadhan yang disiarkan secara langsung oleh Radio Elshinta dengan tema "Dakwah Khusus di Suku Baduy", dengan narasumber Faozan Amar Sekretaris LDK PP Muhammadiyah, dan dua orang dai khusus yakni, Engkos Yusroni dan M.Kasja serta dipandu oleh Redaktur Elshinta Haryo Ristamaji.


Faozan Amar mengatakan acara ini dimaksudkan untuk memberikan pencerahan dan kepedulian kepada anak-anak Suku Baduy.

Lebih lanjut Faozan menjelaskan dakwah di Suku baduy memerlukan keteladanan, kesungguhan dan kesabaran, dan ini telah dilakukan oleh Muhammadiyah selama puluhan tahun.

"Tujuannya tidak lain adalah mengajak mereka kejalan Allah SWT agar dapat meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat," ungkapnya.

"Ini sangat amazing, baru pertama kali Elshinta siaran langsung dari suku terasing," kata Hariyo Ristamaji dari Redaksi Elshinta menambahkan.

Engkos Yusroni dai Suku Baduy yang telah berdakwa selama 27 tahun berterima kasih atas kepedulian Muhammadiyah, Radio Elshinta dan UHAMKA yang telah berbagi di acara sahur ini.

"Terima kasih atas sahur bersama dan bingkisannya, saya senang dapat sahur bersama dengan teman-teman karena in baru pertama kali," tambah Abdul Rahman, siswa kelas V SD yang menjadi peserta sahur bersama.

Sementara M. Kasja, salah seorang dai khusus yang berasal dari Suku Baduy juga mengatakan, sekalipun sudah menjadi seorang muslim, ia tetap melestarikan tradisi Suku Baduy selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

"Sehingga, dapat diterima oleh warga Suku Baduy lainnya. Walaupun tentu saja memerlukan keteladanan dan kerja keras yang nyata," ujar alumni IAIN Banten ini. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya