Berita

Polisi Inggris berjaga/Net

Dunia

Pelaku Teror London Sempat Ingin Tiru Serangan Truk Nice

SABTU, 10 JUNI 2017 | 16:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tiga orang pria yang terkait dengan kelompok militan ISIS yang membunuh delapan orang setelah mengendarai sebuah van ke pejalan kaki di Jembatan London dan kemudian menyerang orang-orang di daerah tersebut pada awalnya mencoba untuk menyewa sebuah truk seberat 8,3 ton.

Menurut kepala unit kontra-terorisme Inggris Panglima Dean Haydon, mereka memiliki persediaan bom bensin di belakang van mereka dan melakukan serangan mematikan mereka dengan pisau keramik berwarna pink.

Penemuan, terutama rencana untuk menyewa truk, menunjukkan bahwa aksi tersebut terencana dengan rapi.


"Mendapatkan truk berukuran 8,3 ton efeknya bisa saja lebih buruk lagi," kata Haydon seperti dimuat Reuters.

Meski kelompok militan ISIS mengklaim serangan tersebut, namun Haydon mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa penyerang disutradarai oleh orang lain, baik Di Inggris atau di luar negeri

"Kami tidak mencari jaringan yang lebih luas," kata Haydon, kepala Komando Terorisme London, menambahkan bahwa perwira masih berusaha mengumpulkan bagaimana ketiga orang tersebut bertemu.

"Bagaimana mereka saling mengenal? Mereka adalah kelompok yang beragam," katanya.

Haydon memberikan rincian yang luar biasa luas tentang serangan Sabtu lalu, yang paling mematikan di London sejak pelaku bom bunuh diri membunuh 52 orang di jaringan transportasi kota tersebut pada tahun 2005.

Pada hari Sabtu pagi di hari kejadian, salah seorang pelaku mencoba menyewa sebuah truk berukuran 8,3 ton namun tidak memberikan rincian pembayaran.

Tidak jelas mengapa dia tidak bisa membayar, atau jika dia tidak memiliki lisensi yang diperlukan untuk mengemudikan kendaraan semacam itu. Namun usahanya meniru serangan Juli lalu di Nice, Prancis, saat sebuah truk seberat 19 ton dibawa ke kerumunan orang, menewaskan 86 orang, gagal dilakukan.

Namun akhirnye mereka mendapatkan sebuah van Renault untuk disewa.

Ketiga pelaku kemudian mengambil van sebelum menuju ke rumah Zaghba di London timur. Dua jam kemudian van tersebut sampai di Jembatan London yang mereka lewati dua kali sebelum menargetkan pejalan kaki di trotoar pada putaran ketiga mereka.

Tiga orang di jembatan dipukul dan dibunuh oleh van, sebelum orang-orang meninggalkan kendaraan dan mulai menyerang orang-orang di bar dan restoran di area Pasar Borough yang ramai. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya