Berita

Bowo Sidik Pangarso/net

Politik

Garuda Indonesia Alami Turbulensi Karena Salah Kelola

SABTU, 10 JUNI 2017 | 12:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kemerosotan omzet Garuda Indonesia serta penumpukan utang yang kabarnya hampir Rp 40 triliun diakibatkan karena gagal kelola dan lemah pengawasan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN.

"Garuda Indonesia gagal kelola, Kementerian BUMN lemah dalam pengawasan. Mulai dari rencana kerja, biaya operasional, banyak beli pesawat, dan juga kinerja manajemen yang tidak optimal," ujar anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso, kepada wartawan, Sabtu (10/6).

Bowo mengusulkan agar Sekretaris Menteri (Sesmen) BUMN dicopot. Bowo mengatakan, Sesmen memiliki peran krusial dalam masalah ini, namun sayang tidak dilakukan secara optimal dan cenderung melakukan pembiaran terhadap hal- hal yang mengancam kelangsungan perusahaan.


"Sesmen itu ibaratnya penjaga pintu BUMN. Dia yang bertanggung jawab untuk memilah-milah mana hal yang baik atau tidak.  Jadi menurut saya Sesmen perlu diganti dengan yang lebih berkompeten," tegasnya.

Bowo juga menambahkan restrukturisasi Direksi Garuda Indonesia tidak akan membawa perubahan signifikan bila manajerial dalam BUMN sendiri lemah.

"Percuma kalau Dirut dan jajaran direksi lainnya diganti. Bila manajerial kementerian BUMN lemah tidak akan membawa perubahan yang signifikan," imbuhnya.

Sementara terkait utang yang melilit maskapai penerbangan tertua di Indonesia itu, Bowo mengatakan uutang tersebut tidak mungkin didapatkan tanpa izin pemerintah. Ia memandang Kementerian BUMN ikut bertanggung jawab dalam pelunasan utang tersebut.

"Jadi ini yang saya bilang ada kesalahan kelola dan pembiaran yang juga menjadi tanggung jawab Kementerian BUMN," pungkas Bowo. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya