Para pelaku usaha pengendaÂlian hama Indonesia diharapÂkan mengikuti perkembangan teknologi terkini. Hal ini untuk menekan penyebaran hama pemukiman yang bisa menimÂbulkan penyakit menular.
Ketua Umum Asosiasi PenÂgendalian Hama Indonesia (ASÂPPHAMI) Boyke Arie Pahlevi mengatakan, peluncuran World Pest Day atau Hari Hama SedunÂia merupakan momentum untuk menekan permasalahan penyakit menular yang disebabkan oleh vektor penyakit di Indonesia. Saat ini, permasalahan penyakit menular yang disebabkan oleh vektor penyakit di Indonesia masih sangat tinggi, baik itu yang disebabkan oleh nyamuk, lalat, tikus, dan kecoa.
"Asosiasi perusahaan pengenÂdalian hama seluruh dunia berÂsepakat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak hama permukiman untuk menceÂgah krisis kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh hama," kata Boyke di Jakarta, kemarin.
Salah satu masalah pencegaÂhan dan pemberantasan penyakit menular yang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat adalah penyakit Demam BerdÂarah Dengue (DBD) yang samÂpai dengan saat ini masih terjadi. "Faktor penyakit di Indonesia masih tinggi, tentunya asosiasi akan terus berbenah diri untuk mempersiapkan anggota kita, para pelaku usaha pengendalian hama di seluruh Indonesia agar mengikuti perkembangan inoÂvasi teknologi," ungkap Boyke.
Menurut dia, tahun ini akan menggelar Pest Academy 2017. Kegiatan itu merupakan konfeÂrensi dan pameran internasional pengendalian hama yang akan digelar di Balai Kartini, Jakarta, 18-20 Oktober 2017. MenuÂrut Boyke, semua pemangku kepentingan dalam industri pengendalian hama di Indonesia akan berkumpul.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit KeÂmenterian Kesehatan, Muhamad Subuh menilai, perkembangan industri pengendalian hama di Indonesia saat ini sudah cukup baik. Menurut dia, para pelaku usaha pengendalian hama di Indonesia sudah menjalankan konsep metode pengendalian hama terkini yang disebut denÂgan Integrated Pest Management (IPM).
"Sebagian besar pelaku inÂdustri pengendalian hama suÂdah menerapkan IPM yang mengedepankan pengendalian hama secara terpadu dengan penggunaan pestisida sebagai alternatif terakhir," ujarnya.
Tak hanya itu, menurutnya, sumber daya manusia yang terliÂbat dalam industri pengendalian hama di Indonesia sudah cukup kompeten dan menggunakan peralatan yang ramah lingkunÂgan. Pemerintah, kata dia, meÂnyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Pest Academy untuk pengendalian vektor penyakit di Indonesia dengan penggunaan teknologi-teknologi mutakhir.
"Ini merupakan wadah untuk memperluas pengetahuan dan perkembangan terbaru dalam industri pengendalian hama yang lebih aman. Ini adalah kesempatan besar untuk salÂing berbagi inovasi teknologi diantara negara-negara serta para pelaku industri pengendaÂlian hama," pungkas Muhamad Subuh. ***