Berita

Jaya Suprana/net

Jaya Suprana

Ketakutan Irasional

SABTU, 10 JUNI 2017 | 08:58 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

FOBIA, berasal dari bahasa Inggris "phobia" berasal dari kata Yunani "phobos" yang bermakna "ketakutan".

Kata fobia menurut ulas-tafsir Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna "ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya".

Kerap pula dimaknakan sebagai "ketakutan berlebihan yang irasional sebab tidak jelas alasannya".


Sulit Dimengerti

Perasaan takut pengidap fobia sulit dimengerti oleh bukan pengidap fobia. Ada perbedaan "bahasa" antara seorang pengidap fobia dengan seorang bukan pengidap fobia. Bukan pengidap fobia menggunakan bahasa logika sementara pengidap fobia menggunakan bahasa rasa. Bagi bukan pengidap fobia dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut terhadap hewan kecil seperti tikus bahkan semut . Sementara bagi seorang pengidap fobia, hewan kecil tersebut menjadi sangat besar, sangat menjijikkan maka sangat menakutkan.

Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terhadap terus menerus dengan obyek fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan fiksasi sebagai suatu keadaan di mana mental seolah membeku, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan dalam mengendalikan perasaan takut.

Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu pengalaman yang sangat ekstrem seperti  terjebak di dalam lift dan sebagainya. Fobia potensial menghambat bahkan merusak kehidupan sang penderita.

Saya pribadi sebenarnya malu namun terpaksa mengakui bahwa diri saya mengidap beberapa fobia. Misalnya saya menderita gekkophobia di mana saya sangat takut pada tokek tapi tidak takut cicak. Saya juga menderita pluviamophobia akibat menderita sakit flu berat setelah kehujanan. Saya menderita pesawat-terbang-tanpa-WC-phobia sebab pernah tidak tahan menahan sakit perut ketika naik pesawat terbang kecil tanpa WC di kawasan pegunungan Grand Canyon. Bahkan akhir-akhir ini saya menderita ambulophobia yaitu takut berjalan kaki akibat pernah jatuh terjerembab berdampak cukup parah ketika berjalan kaki di bandara Labuan Bajo.

Aneka Ragam

Beraneka ragam jenis fobia seperti misalnya : ablutophobia = takut mandi , achluophobia = takut gelap, acrophobia = takut ketinggian, zoophobia =ketakutan hewan atau agrizoophobia = ketakutan hewan liar, xenophobia = takut orang asing, androphobia = takut lelaki, gynophobia = takut wanita, pedophobia = takut anak-anak, octophobia = takut angka delapan, decidophobia = takut mengambil keputusan, ailurophobia = takut kucing , anthophobia = takut bunga , aurophobia = takut emas, belomophobia = takut jarum, astraphobia = takut halilintar, cacophobia = takut keburukan, claustrophobia = takut di dalam ruang tertutup, chorophobia = takut menari , gamophobia = takut pernikahan , phylophobia = takut cinta , chaetophobia = takut rambut . odinophobia = takut rasa sakit , seismophobia = takut gempa, catiptrophobia = takut cermin dan lain sebagainya dan lain-lain dan seterusnya yang masing-masing merupakan bentuk ketakutan berlebihan yang irasional.

Islamophobia

Ternyata setiap benda dan situasi dapat menjadi penyebab ketakutan berlebihan yang irasional termasuk agama. Maka muncul suatu jenis fobia baru yaitu Islamophobia sebagai suatu bentuk ketakutan berlebihan yang irasional  terhadap agama dan umat Islam.

Islamophobia potensial menghambat bahkan merusak suasana kerukunan antar umat beragama. Seperti halnya dengan segenap jenis fobia, sebenarnya Islamophobia mampu kalau mau disembuhkan dengan upaya tabayyun menyimak, melihat, mendengar, merasakan serta menghayati kenyataan tanpa beban prasangka, pratafsir apalagi prayakin yang rawan mendistorsi persepsi terhadap suatu kenyataan yang sebenarnya.

Marhaban Ya Ramadhan. Taqaballahu Minna Wa Minkum. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H.

Penulis adalah pembelajar kerukunan antar umat beragama

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya