Berita

Tentara Filipina Berjaga/Net

Dunia

Tentara Filipina Minta Facebook Tutup Puluhan Akun Militan

JUMAT, 09 JUNI 2017 | 19:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tentara Filipina meminta pihak Facebook untuk menutup puluhan akun yang telah digunakan untuk menyebarkan informasi yang keliru soal serangan yang terjadi di wilayah selatan Filipina.

Tim pemantau media sosial militer mengidentifikasi 63 akun dengan nama palsu yang diyakini digunakan oleh kelompok Maute Al-Qaeda dan simpatisannya.

"Mereka menyebarkan kebohongan, mereka menyebarkan informasi yang keliru dan mereka menciptakan lebih banyak masalah dalam perang melawan teroris," kata juru bicara Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera dalam sebuah konferensi pers di Kota Marawi (Jumat, 9/6).


Akun palsu tidak diizinkan di Facebook, dan dalam beberapa bulan terakhir perusahaan telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk melawan berita palsu.

"Standar Komunitas kami tidak mengizinkan kelompok atau orang yang terlibat dalam kegiatan teroris, atau pos yang menyatakan dukungan untuk terorisme," kata seorang perwakilan Facebook dalam sebuah tanggapan email atas permintaan untuk memberikan komentar.

"Akun palsu juga dilarang, kami akan menghapus akun dan konten yang melanggar kebijakan ini saat kami menyadarinya," sambungnya seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya