Berita

Erdogan/Net

Global

Erdogan Setujui UU Untuk Kerahkan Pasukan Ke Qatar

JUMAT, 09 JUNI 2017 | 18:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyetujui undang-undang yang mengizinkan pengerahan pasukan militer Turki ke Qatar, dalam apa yang telah ditafsirkan sebagai tanda dukungan Ankara terhadap Doha dalam menghadapi upaya oleh negara-negara Arab tertentu untuk mengisolasi Qatar.

Erdogan menyetujui undang-undang tersebut yang berisi mengenai penempatan tentara ke sebuah markas Turki di Qatar dan kerjasama pelatihan militer antara kedua negara pada pekan ini.

Dikabarkan Press TV, parlemen Turki telah mendorong undang-undang tersebut dan meratifikasinya pada hari Rabu, dan persetujuan Erdogan pada akhir hari Kamis menyelesaikan proses legislatif.


Perundang-undangan tersebut tidak menentukan kapan dan berapa banyak tentara yang akan dikerahkan.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Maladewa, dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar pada hari Senin, menuduh Doha mendukung terorisme.

Mereka juga menghentikan semua lalu lintas darat, udara, dan laut dengan Qatar, mengusir para diplomatnya, dan memerintahkan warga Qatar untuk pergi.

Turki pada awalnya berusaha untuk tidak memihak dalam perselisihan antara negara-negara Arab namun sedikit demi sedikit beralih ke Qatar. Erdogan kemudian menjelaskan bahwa dia tidak menyetujui pembatasan yang telah diberlakukan di Qatar.

Turki dan Qatar adalah pendukung gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, yang menentang pemerintah di sana. Presiden Mesir saat ini berkuasa dalam sebuah kudeta yang menggulingkan seorang presiden yang terpilih secara demokratis yang berafiliasi dengan Ikhwan.

Qatar dan Turki juga mendukung militan yang berjuang untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad di Suriah. Tapi mereka berdua telah terlibat dalam beberapa bentuk kerjasama dengan Iran dan Rusia dalam upaya tertentu untuk meredakan beberapa penderitaan di Suriah.

Iran dan Turki juga menawarkan untuk menyediakan bahan makanan ke Qatar karena menghadapi penyumbatan rute transit oleh Arab Saudi dan negara kliennya. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya