Berita

Anggawira/Net

Bisnis

HIPMI: Pemerintah Harus Selamatkan Garuda Dari Bangkrut

KAMIS, 08 JUNI 2017 | 18:37 WIB | LAPORAN:

PT Garuda Indonesia (Persero) dikabarkan hampir bangkrut.  Hal ini menyusul perolehan maskapai plat merah itu turun 88 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang senilai Rp 1,03 triliun atau 78 juta dolar AS.

Pada tiga bulan pertama 2017, Garuda Indonesia mengalami kerugian yang cukup mendalam sekitar Rp 1,31 triliun. Tercatat juga Garuda Indonesia memiliki utang yang cukup signifikan yakni sebesar hampir 40 triliun.

Dalam kondisi seperti ini, Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira menyarankan pemerintah untuk segera ambil alih dalam menyelamatkan Garuda Indonesia.


"Mungkin harus diambil alih pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN. Jika tidak ada solusi akan semakin dalam kerugian negara," ujar Anggawira dalam keterangannya, Kamis (8/6).

Garuda sebagai salah satu aset bangsa harus diselamatkan.
Sebab jika dari kacamata konsumen, performa Garuda masih dianggap cukup baik.

"Akan tetapi jika terjadi seperti ini Garuda harus mengklarifikasi kepada publik kondisi faktual sekarang," ujarnya.

Sejak tahun 2015, utang Garuda Indonesia mencapai Rp 32,5 triliun. Meningkat kembali di tahun 2016 yang mencapai Rp 36,6 triliun. Terus meningkat di tahun 2017 ini hingga mencapai Rp 39,6 triliun.

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli pernah menyoroti tentang rencana pembelian pesawat Airbus A350 sebanyak 30 unit oleh Garuda Indonesia. Menurutnya pesawat Airbus A350 hanya cocok untuk rute Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa. Rizal pun mengingatkan perlu ada pembenahan Garuda ke depan agar bisa diselamatkan dari kebangkrutan.

Solusi Rizal Ramli pada Agustus 2015 agar Garuda tidak bangkrut dengan membeli pesawat yang kelasnya lebih rendah, yakni, Airbus 320 agar benar-benar bisa menguasai pasar domestik dan Asia.

"Kuasai dulu pasar domestik dan Asia, kuasai dulu pasar regional lima sampai tujuh tahun. Kalau sudah kuat baru kita hantam," tandas Rizal pada saat itu.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya