Berita

Michelle Carter/BBC

Dunia

Wanita Muda Ini Diadili Karena Desak Kekasihnya Bunuh Diri

RABU, 07 JUNI 2017 | 16:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang wanita AS berusia 20 tahun diadili di meja pengadilan pekan ini terkait dengan kasus bunuh diri kekasihnya tiga tahun lalu.

Wanita tersebut adalah Michelle Carter. Ia diseret ke meja hijau karena dituduh melakukan pembunuhan tanpa disengaja karena perannya dalam bunuh diri Conrad Roy III.

Jaksa menuduh Carter menggiring kekasihnya, Roy yang pada saat itu berusia 18 tahun untuk bunuh diri melalui pesan teks yang dikirimkannya.


"Kamu perlu melakukannya, Conrad," kata Carter dalam SMS yang dikirimkan ke pacarnya pagi hari tanggal 12 Juli, menurut catatan yang disampaikan oleh Kejaksaan Negeri Bristol County.

"Kamu sudah siap, yang harus kamu lakukan adalah menghidupkan generator dan kamu akan bebas dan bahagia," tulisnya.

Dalam pesan lainnya, Carter menulis, "Kamu akhirnya akan bahagia di surga Tidak ada rasa sakit lagi Tidak apa-apa untuk takut dan itu normal Maksud saya, kamu akan mati."

Roy dalam pesan balasan tampak menunjukkan keraguan. Namun Carter terus mendorongnya.

"Saya pikir kamu ingin melakukan ini, waktunya tepat dan kamu siap. Lakukan saja sayang," katanya.

"Tidak ada lagi yang mendorongnya pergi. Tidak ada lagi menunggu," lanjutnya.

Roy kemudian melakukan aksi nekad bunuh diri. Ia ditemukan tewas akibat keracunan karbon monoksida di kendaraannya di tempat parkir Kmart di Fairhavens, Massachusetts, pada tanggal 13 Juli 2014.

Dalam penelusuran pesan teks tampak Roy sempat ragu menjalankan rencananya bunuh diri dan sempat keluar dari mobilnya.

Namun kekasihnya yang pada saat itu berusia 17 tahun membujuknya untuk kembali ke mobil dan melanjutkan aksinya.

Setelah kematiannya, Carter mengumpulkan dana untuk kesadaran kesehatan mental dan memimpin acara softball amal untuk menghormati kematian kekasihnya.

"Dia menggunakan Conrad sebagai pion," kata Asisten Jawatan Maryclare Flynn, menambahkan bahwa terdakwa ingin mendapatkan perhatian karena kematian kekasihnya.

"Dia membujuknya keluar dari keraguannya secara langsung, meyakinkannya bahwa keluarganya akan mengerti mengapa dia melakukannya, meneliti logistik dan meyakinkannya bahwa dia kemungkinan akan berhasil, dan mendorongnya untuk berhenti menunda-nunda dan meneruskannya, Mengejek keraguannya, " kata jaksa seperti dimuat BBC.

Pengacara meminta kasus tersebut diberhentikan dengan alasan kebebasan berbicara.

Namun hakim pengadilan remaja memutuskan bahwa mendorong bunuh diri tidak dilindungi berdasarkan undang-undang dasar AS. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya