Berita

Foto/Net

Politik

Megawati Institute Gelar Serial Diskusi Pikiran Islam Bung Karno

RABU, 07 JUNI 2017 | 15:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Megawati Institute, yang merupakan lembaga independen dalam pengembangan pemikiran dan penelitian persoalan-persoalan kenegaraan dan kebangsaan, menggelar serial diskusi "Ngaji Bareng Bung Karno." Acara ini dilaksanakan di Kantor Megawati Institute, gedung Priamanaya, Jalan Proklamasi, Menteng, dalam beberap sesi dan dalam beberapa hari.

Dalam acara perdana yang disertai dengan buka puasa bersama adalah terkait dengan pemikiran-pemikiran keislaman Bung Karno dan pergulatannya dengan Sarikat Islam (SI), Persatuan Islam (Persis), dan Wahabi. Dalam penjelasannya, Ketua Umum Wanita Sarikat Islam, Valina Sinka Subekti, mengatakan bahwa pikiran-pikiran keislaman Bung Karno tidak lepas dari pengaruh HOS Cokromanito. Cokro, merupakan salah seorang inspirator Bung Karno, ketika masih muda.

"Saat di Surabaya, ketika Soekarno kost di Gang Peneleh, Soekarno mendapat pencerahan politik dari Pak Cokro, kemana-mana Soekarno diajak Pak Cokro dalam gerakan dan rapat-rapat SI. Di saat yang sama, Soekarno juga mendapat pengajaran dari  KH Ahmad Dahlan, yang saat itu sudah beberapa kali ke Surabaya," kata Valina Sinka di Kantor Megawati Institute, gedung Priamanaya, Jalan Proklamasi, Menteng (Selasa, 6/7).


Valina menjelaskan bahwa sosialisme Islam ala HOS Cokroaminoto bukanlah sosialisme ala Barat. Melainkan benar-benar sosialisme yang berasal dari sumber ajaran Islam itu sendiri. Dalam sosialisme Islam ini lah muncul terma-terma keadilan dan kesetaraan.

"Maka Bung Karno ketika sudah dewasa berjuangan mensejahterakan rakyat yang nilai-nilai Ketuhanan," ungkap Valina, sambil memuji Soekarno sebagai pemikir dan pejuang besar Islam.

Antropolog Amich Alhumami menjelaskan persentuhan Soekarno dan Tuan Hassan dari PERSIS. Kata Amich, semangat pembaharuan Islam ala Tuan Hassan bertemu dengan semangat pemikiran Islam progressif Bung Karno. Pemikiran Islam Bung Karno sangat maju sebagaimana tercermin dalam korespondensi antara Tuan Hassan dengan Soekarno dalam "Surat-Surat Islam dari Ende."

"Bung Karno misalnya menentang aristokrasi Islam. Bung Karno juga meminta kepada Tuan Hassan untuk mengirim kitab tafsir babon, yang biasa digunakan oleh para ulama besar, yaitu tafsir al-jauhari. Ini menunjukkan bahwa pikiran keislaman Soekarno sangat mendalam," kata Amich.

Amich menilai, Soekarno merupakan orang yang sangat cerdas. Sebab Soekarno bisa menyerap beragam macam ilmu. Soekarno, yang seorang insiyiur, mampu memahami pemikiran-pemikiran sosiologi Barat dengan sangat baik, dan di saat yang sama memahami dengan baik, pikiran-pikiran keislaman.

Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni menilai bahwa pikiran Bung Karno ini sangat komplek. Di satu sisi, Bung Karno berpikiran sangat purifikatif seperti Wahabi saat itu, dalam artian ingin memurnikan tauhid, namun purifikasi bung Karno beda dengan tekstualisme ala Wahabi saat itu. Di saat yang sama juga pikiran-pikiran Soekarno sangat rasional. [ian]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya