Berita

Muhammad Nasir/Net

Wawancara

WAWANCARA

Muhammad Nasir: Tak Ada Itu Presiden Ikut Memilih Rektor, Itu Kan Cerita Mendagri...

RABU, 07 JUNI 2017 | 10:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Muhammad Nasir meluruskan persoalan seputar penen­tuan rektor perguruan tinggi negeri yang kabarnya akan diambil alih oleh Presiden Jokowi. Nasir mengatakan, Presiden Jokowi tak akan terlibat langsung atau mem­berikan rekomendasi dalam pemilihan rektor.

Seperti diberitakan, usulan agar pelibatan Presiden dalam pemilihan rektor perguruan tinggi dilontarkan kali pertama oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo pada 1 Juni lalu, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Ide itu, kata Tjahjo, sengaja ia wacanakan karena melihat perguruan tinggi telah men­jadi salah satu target untuk disusupi oleh gerakan radikal. Berikut penuturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir sebagai pelurusan kabar terse­but;

Apakah betul ke depan Presiden juga akan terlibat dalam pemilihan rektor perguruan tinggi?
Tidak ada itu. Bukan Pak Presiden yang ikut terlibat memi­lih. Itu kan cerita Mendagri.

Tidak ada itu. Bukan Pak Presiden yang ikut terlibat memi­lih. Itu kan cerita Mendagri.

Lalu nanti siapa saja yang terlibat?

Dari pemerintah, kami yang terlibat dalam pemilihan itu. Mekanisme pengangkatan rektor diatur secara jelas dalam Peraturan Menristek Dikti Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Pengangakatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri.

Apa isi peraturan tersebut?

Dalam peraturan tersebut din­yatakan, Menristek Dikti bertang­gung jawab dalam penelusuran rekam jejak calon rektor. Selain itu, Menristek Dikti memiliki kewenangan menetapkan dan melantik calon pemimpin pergu­ruan tinggi terpilih.

Dalam aturan tersebut me­mangnya tidak ada sama sekali peran Presiden, untuk member­ikan rekomendasi misalnya?

Tidak ada. Presiden hanya menugaskan Menristek Dikti supaya pemilihan rektor diatur dengan baik, sesuai prosedur, dan perundang-undangan. Dalam hal ini harus untuk Indonesia.

Tapi kabarnya Menseskab dan Mensesneg sudah mengirimkan surat terkait hal ini?
Soal itu saya belum tahu. Tapi setahu saya sampai saat ini pe­merintah tidak memiliki rencana mengubah mekanisme pen­etapan rektor perguruan tinggi negeri, seperti diatur Peraturan Menristek Dikti.

Soal lain. Kabarnya Menristek Dikti mau ikut cawe-cawe menggarap KTP elektronik apa betul itu?
Masalah e-KTP, kami kan Kemenristekdikti tugasnya mengembangkan sim card dan teknologi informasinya. Yang urusan e-KTP ada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kami mengembangkan teknologi informasinya saja.

Teknologi apa yang sedang dikembangkan Kemenriktek Dikti?

Teknologi sim card. Sim cardnya ini kami harus melalui teknologi bagaimana pembuatan kartu se­dang kami desain sistemnya.

Pengembangan teknologi dikerjakan sendiri Kemenristek Dikti?
Tidak. Saat ini kami sudah membentuk tim dengan konsor­sium yaitu dengan empat pergu­ruan tinggi, UI, ITB, Universitas Telkom dan Universitas Hasanuddin membuat satu sistem untuk sim cardnya.

Teknologi untuk itu kan su­dah tersedia di luar negeri?

Kami mau teknologinya dikembangkan oleh Indonesia sendiri. Kalau dari luar negeri jangan sampai seperti kasus KTP elektronik yang lama ini.

Sejauh ini apa saja kendala yang dihadapi?
Kalau perkembangan teknolo­gi yang ada di dunia seperti yang pernah saya sampaikan ken­dalanya bagaimana cara untuk merespons masalah anggaran yang saya sampaikan ke Pak Menko Polhukam tadi. ***

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya