Berita

Advertorial

Pembangunan Infrastruktur Genjot Ekonomi Bengkulu

RABU, 07 JUNI 2017 | 02:08 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa salah satu kunci untuk mendukung pemerataan pembangunan di Provinsi Bengkulu adalah meningkatkan konektivitas antar daerah. Dengan kelancaran konektivitas, pertumbuhan ekonomi Bengkulu akan bergerak lebih cepat lagi.

Pernyataan itu pun seakan menjadi perintah yang langsung dijalankan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Untuk meningkatkan konektivitas di Bengkulu, tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan dana mencapai Rp 694,98 miliar," jelas Basuki, Selasa (6/6).  


Selain itu, Bengkulu masuk dalam Proyek Pelebaran Jalan Lintas Barat Sumatera (Western Indonesia National Road Improvement Project/ WINRIP) dengan skema pembiayaan Loan IBRD mencapai 70 persen dan sebanyak 30 persen berasal dari APBN.

Di Bengkulu, WINRIP terbagi menjadi lima paket pekerjaan, dan empat diantaranya telah selesai. Paket pertama adalah pelebaran jalan Bantal-Mukomuko yang telah selesai sepanjang 50,65 kilometer dan menghabiskan dana mencapai Rp 262 miliar.

Paket kedua adalah pelebaran jalan Ipuh-Bantal sepanjang 42,40 kilometer yang untuk konstruksinya membutuhkan dana mencapai Rp 194,9 miliar. Pekerjaan ketiga dan menjadi satu-satunya yang belum selesai adalah pelebaran jalan Sebelat-Ipuh sepanjang 30,50 kilometer. Dana yang dibutuhkan paket ini mencapai Rp 211,37 miliar dan hingga akhir Mei 2017 telah mencapai progres fisik 5,15 persen.

Paket keempat adalah pelebaran jalan Bintuan-Lais sepanajng 10,81 kilometer yang telah selesai dan menghabiskan dana sebanyak Rp 44,41 miliar. Kelima, pelebaran jalan Kerkap-Pasar Pedati sepanjang 20,95 kilometer yang telah selesai dan menghabiskan dana sebanyak Rp 118,44 miliar. Peningkatan konektivitas di Bengkulu diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang pada kuartal I-2017 sebesar 5,21 persen.

Selain itu, ketahanan pangan di Bengkulu juga diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Oleh karenanya melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air saat ini tengah dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi kiri Daerah Irigasi (DI) Air Manjuto di Kabupaten Muko-muko sepanjang 10,5 kilometer dengan anggaran sebesar Rp 12,37 miliar. Rehabilitasi tersebut akan memberi manfaat bagi kelancaraan suplai air bagi daerah irigasi seluas yang fungsional seluas 4.066 hektar.

Rehabilitasi jaringan irigasi kiri juga dilakukan di DI Air Nipis Segimin di Kabupaten Bengkulu Selatan sepanjang 6,7 kilometer dengan dana konstruksi Rp 19,53 miliar. Luasan DI Air Nipis Segimin mencapai 3.116 hektar.  

Di samping itu, Balai Wilayah Sungai Sumatera VII juga membangun intake dan jaringan pipa transmisi Air Baku Kerkap dan Ulu Palik di Kabupaten Bengkulu Utara. Konstruksi intake dan jaringan pipa transmisi telah selesai dan menelan dana sebesar Rp 21,15 miliar dengan output 6 kilometer dan outcome mencapai 0,03 meter kubik per detik.

Di sisi lain, guna mengamankan persawahan dan permukiman dari banjir dibangun pengendali banjir Air Payang, Jerinjing Anak Air Selagan Desa Talang Buai Kabupaten Mukomuko dengan dana Rp 8,14 miliar sepanjang 940 meter.

Kementerian PUPR juga membangun pengamanan pantai karena tingkat abrasi pantai yang cukup tinggi di Bengkulu. Pada tahun ini dibangun pengamanan Pantai Panjang di Kota Bengkulu sepanjang 185 meter dengan progres fisik sudah mencapai 43 persen dengan alokasi dana Rp 5,48 miliar. Sebelumnya telah diselesaikan pengaman Pantai Punggur- Air Dikit di Kabupaten Mukomuko sepanjang 185 meter sebesar Rp 6,37 miliar.

Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan Benteng Marlborough yang menjadi ikon wisata Kota Bengkulu. Sebagai tujuan wisata sejarah, kawasan di sekitar Benteng Marlborough memiliki ciri khas arsitektur Melayu dan China. Hal ini yang akan dipertahankan dalam penataan yang dilakukan serta ditambah dengan pembangunan ruang terbuka hijau dan koridor jalan sebagai ruang publik dan tata hijau yang memadai bagi masyarakat Bengkulu.

Setelah ditata, Kawasan Benteng Marlborough menjadi kawasan yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda dan dilengkapi dengan tempat wisata kuliner. Penataan yang dimulai sejak awal Mei 2017, dengan progres fisik 5 persen dan diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2017. [***] 

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya