Berita

Mahathir Mohamad/Reuters

Dunia

Mahathir Mohamad Pertimbangkan Rebut Kembali Kursi Perdana Menteri

SELASA, 06 JUNI 2017 | 19:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan bahwa dirinya akan mempertimbangkan untuk memperebutkan kembali jabatan yang pernah diembannya itu.

Tapi, langkah itu hanya akan ia ambil jika tidak ada kandidat yang dapat diterima setelah sebuah kemenangan pemilihan oposisi.

Mahathir mengatakan kepada sebuah forum bisnis hari ini (Selasa, 6/6) mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi perdana menteri meskipun dia sering ditanyai mengenai kemungkinan tersebut. Namun ia menambahkan bahwa dirinya akan mempertimbangkan untuk memimpin oposisi ke dalam pemilihan yang akan berlangsung pertengahan tahun depan, jika semua partai oposisi setuju.


"Jika benar-benar tidak ada kandidat untuk menjadi perdana menteri jika oposisi menang, maka mungkin saya bisa mencoba untuk mengambil pekerjaan, tapi hanya dengan syarat semua orang setuju," katanya seperti dimuat Reuters.

Mahathir menjabat sebagai perdana menteri selama 22 tahun sampai dia mengundurkan diri pada tahun 2003. Namun dia tetap berpengaruh dan selama beberapa tahun terakhir dan muncul sebagai pemimpin oposisi terhadap Perdana Menteri Najib Razak.

Najib sendiri telah terlibat dalam skandal korupsi yang melibatkan dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Najib membantah melakukan kesalahan dan telah berhasil mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan memangkas kritik di pemerintahannya dan mengurangi penyelidikan bahkan saat dana tersebut menjadi subyek investigasi pencucian uang di Amerika Serikat dan setidaknya lima negara lainnya. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya