Berita

Ilustrasi roket baru India/BBC

Dunia

India Luncurkan Roket Jumbo Seberat 200 Gajah

SELASA, 06 JUNI 2017 | 17:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Badan antariksa India berhasil meluncurkan roket terberatnya awal pekan ini.

Roket berkapasitas 640 ton itu dilepaskan dari lokasi peluncuran di lepas pantai Teluk Benggala di Sriharikota.

Disebutkan dalam situs web badan antariksa India, disebutkan bahwa cakupan peluncurannya telah sangat berwarna-warni. Roket itu dibandingkan dengan berat 200 gajah, atau lima jet jumbo.


Perbandingan tersebut menyoroti pentingnya peluncuran untuk negara tersebut, yang secara agresif bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar peluncuran satelit komersial global yang lebih besar.

India sejauh ini mengandalkan negara lain untuk mengirim satelit berat ke luar angkasa, yang mahal dan menguras anggaran.

Roket jumbo yang secara resmi bernama GSLV Mark III ini dapat membawa muatan yang menimbang lebih dari tiga ton ke orbit ketinggian yang ditempati oleh pesawat ruang angkasa yang memungkinkan TV, telepon dan koneksi broadband.

Tapi ini jauh dari roket terberat di dunia karena Saturnus Saturnus V, yang digunakan antara tahun 1967 dan 1973, masih memegang rekor itu, dengan massa total di angkat sekitar empat kali dari GSLV Mark III di India.

Para ahli mengatakan roket tersebut memberi India fleksibilitas lebih dalam meluncurkan berbagai jenis satelit.

"Kami bisa mengirim (satelit seberat) hingga dua ton sebelumnya. Ini adalah lompatan kuantum ganda untuk India," kata Ajay Lele dari Institute for Defense Studies and Analyzes seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya