Berita

Qatar/Net

Dunia

Qatar Pastikan Krisis Diplomatik Tak Ganggu Kehidupan Warga

SELASA, 06 JUNI 2017 | 16:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Qatar sempat terkejut dengan langkah yang diambil oleh Arab Saudi, Mesir, UEA, Bahrain, Yaman dan Maladewa untuk memutus hubungan diplomatik dengan Doha awal pekan ini.

Bagi Qatar, langah itu merupakan pelanggaran atas kedaulatannya.

"Sudah jelas sejak awal bahwa tujuan kampanye media dan keputusan untuk memotong hubungan diplomatik dan konsuler dan menutup perbatasan adalah untuk menekan Qatar untuk meninggalkan keputusan nasional dan kedaulatannya," begitu pernyataan yang dikeluarkan oleh Kabinet Qatar.


"Langkah-langkah tersebut tidak dapat dibenarkan dan didasarkan pada klaim dan tuduhan yang tidak memiliki dasar sebenarnya," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan lain.

Namun dalam pernyataan yang sama, ditegaskan juga bahwa keputusan tersebut tidak akan mempengaruhi kehidupan normal warga negara dan penduduk.

"Tujuannya jelas, dan ini adalah untuk memberlakukan perwalian pada negara. Ini dengan sendirinya adalah pelanggaran terhadap kedaulatan (Qatar) sebagai sebuah negara," tambahnya.

Dalam pernyataan Kabinet yang sama, disebutkan juga bahwa Qatar telah mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan kehidupan normal dan tidak perlu panik atau mengumpulkan barang-barang penting.

Disebutkan bahwa impor barang dan pergerakan orang tidak akan terpengaruh karena semua saluran impor selain yang berasal dari negara-negara Teluk, yang memutuskan hubungan dengan Qatar, akan terus berjalan seperti sebelumnya.

"Kelautan dan udara akan tetap terbuka untuk impor dan pergerakan. Kami telah melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan kehidupan normal," kata pernyataan tersebut seperti dimuat Al Jazeera. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya