Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah meminta Qatar untuk menahan diri untuk tidak memperburuk ketegangan regional yang sedang terjadi.
Awal pekan ini, al-Sabah meminta Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani untuk bekerja untuk mengurangi ketegangan dan menahan diri untuk tidak mengambil keputusan yang dapat menyebabkan eskalasi ketegangan.
Ia juga mendesak Al Thani untuk melakukan upaya penyelesaian perbedaan, yang telah terjadi di antara negara-negara regional.
Permintaan Al-Sabah dibuat setelah kunjungan Gubernur Mekah dan penasihat Raja Salman Pangeran Khaled al-Faisal.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Qatar Mohammad Bin Abdul Rahman Al Thani telah mengumumkan bahwa langkah baru-baru ini oleh negara-negara Arab telah mengajukan pertanyaan serius mengenai masa depan Dewan Kerjasama Teluk Persia ([P] GCC).
Dikabarkan
Press TV, dia menambahkan bahwa negaranya akan mengevaluasi kembali hubungannya dengan dewan tersebut jika kubu tersebut mulai mengadakan agenda asing atau upaya untuk mencampuri urusan Qatar.
Thani lebih lanjut menekankan bahwa langkah untuk mengisolasi negara Teluk Persia adalah sebuah pembenaran yang tidak dapat dibenarkan berdasarkan kebohongan dan dibangun dengan kampanye kotor.
Dia selanjutnya melanjutkan untuk mencatat bahwa orang-orang Qatar tidak akan terpengaruh oleh situasi saat ini dan bahwa kehidupan akan terus berlanjut di negara ini.
[mel]