Berita

Dunia

Emir Kuwait Minta Qatar Tak Perkeruh Situasi Krisis

SELASA, 06 JUNI 2017 | 16:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah meminta Qatar untuk menahan diri untuk tidak memperburuk ketegangan regional yang sedang terjadi.

Awal pekan ini, al-Sabah meminta Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani untuk bekerja untuk mengurangi ketegangan dan menahan diri untuk tidak mengambil keputusan yang dapat menyebabkan eskalasi ketegangan.

Ia juga mendesak Al Thani untuk melakukan upaya penyelesaian perbedaan, yang telah terjadi di antara negara-negara regional.


Permintaan Al-Sabah dibuat setelah kunjungan Gubernur Mekah dan penasihat Raja Salman Pangeran Khaled al-Faisal.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Qatar Mohammad Bin Abdul Rahman Al Thani telah mengumumkan bahwa langkah baru-baru ini oleh negara-negara Arab telah mengajukan pertanyaan serius mengenai masa depan Dewan Kerjasama Teluk Persia ([P] GCC).

Dikabarkan Press TV, dia menambahkan bahwa negaranya akan mengevaluasi kembali hubungannya dengan dewan tersebut jika kubu tersebut mulai mengadakan agenda asing atau upaya untuk mencampuri urusan Qatar.

Thani lebih lanjut menekankan bahwa langkah untuk mengisolasi negara Teluk Persia adalah sebuah pembenaran yang tidak dapat dibenarkan berdasarkan kebohongan dan dibangun dengan kampanye kotor.

Dia selanjutnya melanjutkan untuk mencatat bahwa orang-orang Qatar tidak akan terpengaruh oleh situasi saat ini dan bahwa kehidupan akan terus berlanjut di negara ini. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya