Berita

Muslim Inggris Simpati/Press TV

Dunia

Pemimpin Komunitas Muslim Inggris: Terorisme Tak Punya Legitimasi

SELASA, 06 JUNI 2017 | 15:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Para pemimpin komunitas Muslim di Inggris satu suara mengecam serangan teror baru-baru ini yang terjadi di London dan Manchester.

Mereka menyebut bahwa Muslim Inggris tetap bersatu melawan pembunuhan berdarah dingin yang dilakukan terhadap orang-orang tak bersalah.

"Kami sangat terluka sehingga serentetan serangan teror telah dilakukan di negara kami sekali lagi oleh pembunuh yang berusaha mendapatkan legitimasi agama atas tindakan mereka," begitu isi pernyataan bersama yang dibuat oleh lebih dari 130 pemimpin agama awal pekan ini seperti dimuat Press TV.


"Kami berusaha untuk mengklarifikasi bahwa tindakan tercela mereka tidak memiliki legitimasi atau simpati kami," tegas mereka.

Para pemimpin komunitas Muslim Inggris itu pun prihatin bahwa serangan terjadi di tengah bulan suci Ramadhan, di mana umat Islam di seluruh dunia fokus pada pengabdian, doa, amal dan pembinaan karakter yang baik.

Mereka menegaskan bahwa mereka mereka tidak akan melakukan doa pemakaman tradisional Islam untuk para penyerang , Karena mereka mewakili penyimpangan agama.

Pada Sabtu malam, tiga tersangka menewaskan tujuh orang dan melukai 48 lainnya dalam serangan terpisah di London sebelum ditembak oleh polisi.

Serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah sebuah pemboman mematikan di Manchester, yang menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 120 orang.

Polisi Inggris pada hari Senin menunjuk dua penyerang Sabtu malam sebagai Khuram Butt, 27, dan Rachid Redouane. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya