Berita

Polisi Inggris berjaga/Net

Dunia

Inggris Perlu Ubah Strategi Keamanan Secara Radikal Untuk Stop Teror

SELASA, 06 JUNI 2017 | 14:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Inggris harus secara radikal mengubah strateginya untuk menghentikan serangan jihad karena ancaman tersebut sekarang berada pada tingkat bahaya yang berbeda.

Begitu kata Komisaris Polisi Metropolitan Inggris Mark Rowley. Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut dapat mencakup polisi, MI5, masyarakat, perusahaan teknologi, hukum dan kebijakan lainnya.

Rowley menggarisbawahi cetak birunya saat polisi mengakui bahwa Khuram Shazad Butt, penyerang Jembatan London yang digambarkan mengenakan kaos sepak bola dengan sabuk bom bunuh diri, telah diselidiki pada tahun 2015 namun dikesampingkan sebagai penyerang teroris potensial.


"Dalam sembilan minggu, kami telah memiliki lima plot yang gagal dan tiga serangan berhasil. Itu sama sekali berbeda dengan apapun yang telah kita lihat sejak lama. Seperti yang ditunjukkan oleh perdana menteri, kita perlu melakukan beberapa hal secara berbeda," kata Rowley seperti dimuat The Guardian.

"Kita harus memikirkan lagi tentang iterasi selanjutnya dari model layanan polisi dan keamanan kita, yang terus-menerus harus berinovasi selama beberapa dekade," sambungnya.

Asisten komisaris tersebut mengakui bahwa Butt telah dikategorikan tidak menimbulkan risiko serangan dua tahun lalu.

Penyelidikan terhadap serangan tersebut melibatkan dua serangan lagi pada hari Senin di Newham dan Barking, London timur, saat polisi mencoba untuk menetapkan apakah ketiga penyerang memiliki bantuan.

"Kami mungkin akan menemukan informasi tentang komunikasi rahasia yang (tidak dalam) pengetahuan kami bahwa jika kami memiliki akses terhadap komunikasi tersebut, hal itu mungkin telah mengubah penilaian kami," sambungnya.

"Khuram Shazad Butt diketahui oleh polisi dan MI5. Tapi tidak ada intelijen yang mengatakan bahwa serangan ini sedang direncanakan dan penyelidikan telah diprioritaskan," tambahnya.

Butt, Rachid Redouane dan seorang pria ketiga yang belum diberi nama oleh polisi menyerang orang-orang dengan sebuah van di London Bridge dan kemudian menikam orang lain pada Sabtu malam lalu. Tujuh orang terbunuh dan setidaknya 48 lainnya luka-luka. Para penyerang tewas dalam hujan tembakan dari 46 peluru yang ditembakkan oleh delapan petugas polisi.

Serangan tersebut terjadi setelah kekejaman di Westminster pada tanggal 22 Maret dan Manchester pada tanggal 22 Mei. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya