Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Diprediksi, 1 Juta Hektar Sawah Diasuransikan Tahun Ini

SENIN, 05 JUNI 2017 | 14:38 WIB | LAPORAN:

Jumlah sawah petani yang diasuransikan dalam dua tahun terakhir ini terus bertambah.

Tahun 2015-2016 baru 660 ribu hektar (ha), namun hingga akhir 2017 ini diperkirakan  melonjak menjadi 1 juta ha.

"Banyak petani makin sadar resiko tinggi. Ada hama tikus, wereng, dan penyakit lain. Belum lagi faktor alam seperti banjir dan kekeringan," kata Kepala Urusan Usaha Pertanian Asuransi Jasindo (BUMN), Ika Dwinita Sofa di Jakarta, Senin (5/6).


Jasindo tahun 2016 membayar klaim petani sampai Rp 71 miliar. Sekitar 70 persen diberikan bagi petani Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sawahnya puso terkena banjir Bengawan Solo.

Menurut Ika, ada karakteristik khas di kalangan petani. Para peserta asuransi pertanian yang baru, sebelumnya pernah merasakan manfaat asuransi. Sementara yang panennya normal menolak kembali ikut asuransi.

"Sebanyak 75 persen peserta asuransi pertanian justru petani penggarap. Bukan pemilik lahan. Mungkin karena pengambilan keputusan soal asuransi tidak bisa cepat," imbuh Corporate Secretary Jasindo, Yuko Gunawan.

Biayanya premi relatif terjangkau. Per ha sawah preminya Rp 180 ribu. Namun mendapat subsidi pemerintah 70 persen sehingga cukup mengeluarkan Rp 36 ribu. Sementara nilai pertanggungannya Rp 6 juta per ha jika mengalami gagal panen 70 persen.

Selain produk asuransi usaha tani padi Jasindo juga meluncurkan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Yang tercover asuransinya sebanyak 57.175 ekor sapi.

Sebelumnya Jasindo memperingati HUT-nya yang ke-44 dengan memberi bingkisan kepada 5 ribu anak yatim, fakir, dan miskin, mendirikan kampung sehat dengan lengobatan gratis. Acara diadakan serentak di seluruh kantor cabangnya di Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana, M. Baihaqi mengatakan sebagai BUMN, Asuransi Jasindo senantiasa mendukung program-program pemerintah, antara lain soal peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di saat Ramadhan dan jelang Idul Fitri ini.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya