Pekan pertama Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok relatif terkendali. Beberapa mengalami kenaikan tapi tak signifikan. Namun, tidak dengan jengkol. Bagi penggemar jengkol tentu jengkel harga komoditas ini mencapai Rp 100 ribu per kilogram di pasaran.
Harga jengkol memang sudah melonjak sejak sepekan sebelum Ramadhan. Harganya kisaran Rp 70.000 hingga Rp 85.000 per kilogram di Jakarta. Dari awal Ramadhan sampai sekarang, harga jengkol di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan misalnya, menyentuh Rp 90.000 per kilogram. Di pasar ini, kenaikan harga jengkol berlangsung secara bertahap. Sementara di luar Jawa, seperti di Jambi terpantau harga jengkol tembus Rp 120.000 per kilogram.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita sebelumnya menyatakan, kenaikan harga jengkol di pasaran bukan urusan pihaknya. Enggar mengaku tak terlalu peduli atas melonjaknya harga jengkol lantaran sudah menjadi tradisi tahunan. "Harga jengkol kita tidak ada urusan. Harga jengkol memang sudah menjadi kebiasaan naik saat bulan puasa," ujar Enggar usai rapat dengan Komisi VI di Gedung DPR, Nusantara I, Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (31/5).
Di linimasa, netizen kesel dengan tingginya harga jengkol. Di Twitter, banyak yang mengeluhkan harga jengkol tembus Rp 100 ribu. Akun @Rang_Hoki bertanya-tanya. "Pohon dah habis atau gimana?" kicaunya, disambut @tea_derry. "Harga jengkol di atas normal euy. Rp100.000/Kg.. #parah," cuitnya, serupa dengan @Hanoman7530. "Cilaka nih. Semur jengkol diganti apa donk?" kicaunya. Akun @dimas_wardoyo menimpali sembari menyebutkan harga jengkol di daerahnya. "Kabar terakhir #hargajengkol di tempat saya tembus Rp 125rb per kg," cuit dia, diamini @elizz_2272. "Update harga harga di pasar Palmeriam... Daging sapi Rp120 rb/kg... Jengkol 140/kg kan jengkol makanan mahal!," kicaunya.
Akun @deddyharyadi menyindir dengan candaan. "Harus Didemo Berjilid-jilid Harga Tinggi Itu untuk sebuah Jengkol adalah hal yang Intoleran," cuit dia, dijawab @HidayatDyo. "Emang lagi kagak musim. Kalau musim gak ada harganya," cuitnya.
Akun @Ragilnurgroho1 mengingatkan dengan candaan. "Jangan sampai terjadi Revolusi Jengkol. Saya Ragil. Saya Indonesia. Saya menunggu harga jengkol Rp 10 ribu/kg," cuit dia, senada dengan @OebayNocxZee. "Saya Ubay. Saya Indonesia. Saya gak mau harga daging, cabe, bawang, apalagi jengkol, naik sampe ujung langit pas mo lebaran#SayaIndonesia," kicaunya.
Akun @somidoucma juga ikutan bergurau. "Harga jengkol sama cabe lagi mahal sekarang. Kalau temen lu mulut nya bau jengkol terus ada cabenya,
fix dia orang kaya!"
Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo kecewa dengan sikap Mendag yang meremehkan harga jengkol. Menurutnya, seorang menteri tidak boleh melempar tanggung jawab atau buang badan atas gejolak harga pangan tertentu. "Bukan saatnya kita saling lempar badan atau buang tanggung jawab, ini masalah loh," kata Edhy yang juga Ketua DPP Gerindra kepada
Rakyat Merdeka. Dia berharap, Mendag dapat bersinergi dengan Kementerian lain untuk menstabilkan harga pangan selama Ramadhan hingga jelang Lebaran.
"Kami terus memantau semua kegiatan, sekarang waktunya saling menjaga. Mendag itu kan mengelola logistiknya, kemudian Menperin juga berperan, Mentan yang memproduksi," tandasnya. ***