Berita

Net

Bisnis

Pertamina EP Kejar Capaian Target

MINGGU, 04 JUNI 2017 | 22:22 WIB | LAPORAN:

Produksi minyak Pertamina EP hingga 29 Mei 2017 mencapai 85 ribu barel per hari atau sekitar 94 persen dan gas sebanyak 969 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 93 persen dari target sebesar 1.041 MMSCFD.

Menurut Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf, perolehan itu hampir mencapai target yang sudah dicanangkan. Meski beberapa pengeboran di akhir 2016 belum menunjukkan hasil seperti proyeksi di awal.

"Kami masih mempunyai banyak potensi lain untuk dikembangkan, dalam rangka mencapai target produksi nasional," katanya di Jakarta, Minggu (4/6).


Nanang menjelaskan, secara garis besar, seluruh lapangan fluktuatif dengan kecenderungan stabil pada kisaran angka target produksi. Saat ini yang sudah mencapai target adalah Pertamina EP Asset 4. Untuk mencapai target produksi dan lifting sesuai dengan RKAP dilakukan dengan percepatan dan penambahan RK, baik bor, workover maupun well intervention.

"Selain itu juga peningkatan kualitas kandidat sumur maupun proses pelaksanaan pekerjaannya. Kemudian melakukan percepatan proses PSE dan penyusunan POD sumur eksplorasi," ujarnya.

Upaya pencapaian target dilakukan dengan percepatan dan penambahan RK dalam rangka Journey to 100.000 BOPD, peningkatan aktivitas eksplorasi untuk pencapaian target penemuan sumber daya (2C), optimalisasi dan efisiensi ABI untuk mendukung penambahan RK pemboran dan Surface Facility Operational Excellence, penambahan kontrak rig, dan penyiapan lokasi pemboran.

Hingga Mei 2017, terdapat enam proyek pengembangan di wilayah kerja Pertamina EP yakni Paku Gajah Development Project di Sumatera Selatan, Pondok Makmur Development Project di Bekasi, Matindok Gas Development Project di Sulawesi Tengah, Cikarang Tegal Pacing di Jawa Barat, Jawa Gas Development Project di Cepu, dan Jirak Phase-1 Development Project di Sumatera Selatan.

Beberapa proyek masih on going dan sudah ada yang commisioning, seperti di Matindok yang ditargetkan akhir Juni 2017 sudah full production dengan rencana kapasitas 50 MMSCFD.

"Matindok sudah commisioning, bahkan pernah kami lakukan penjualan. Tapi karena ada yang belum sinkron kami adakan perbaikan. Harapannya, pada 4 Juni kami mulai lagi 65 MMSCFD gross, nett-nya 55 MMSCFD," demikian Nanang. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya