Berita

Unjuk rasa di Venezuela/Net

Dunia

Meksiko Dorong OAS Akhiri Konflik Venezuela

SABTU, 03 JUNI 2017 | 19:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Meksiko berencana Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) pada sebuah pertemuan yang akan datang untuk menyerukan diakhirinya kekerasan di Venezuela dan untuk sebuah resolusi damai terhadap gelombang demonstrasi baru-baru ini yang telah menewaskan lebih dari 60 orang.

"Resolusi OAS di Venezuela harus menunjukkan kekhawatiran kita tentang pembatalan pemilihan, kurangnya penghormatan terhadap Majelis Nasional, adanya tahanan politik, penggunaan pengadilan militer untuk mengadili warga sipil," kata Kementerian Luar Negeri Meksiko dalam sebuah pernyataan jelang akhir pekan ini.

Dengan tekanan internasional yang meningkat pada pemerintahan sosialis Presiden Nicolas Maduro, menteri luar negeri dari blok OAS 34 negara bertemu di Washington pada hari Rabu pekan depan untuk memperdebatkan situasi di Venezuela.


Pertemuan tersebut ditunda setelah perwakilan Bahama mewakili Komunitas Karibia (Caricom) mengusulkan agar pertemuan ditunda dan perwakilan permanen OAS bertemu lagi untuk terus menyempurnakan proposal.

Kementerian Luar Negeri Meksiko mengatakan akan berupaya untuk menghasilkan sebuah resolusi yang akan mendapatkan suara yang cukup, setidaknya 24 suara mendukung dari 34 negara anggota ketika OAS mengadakan majelis umum pada tanggal 19-21 Juni di kota resor Cancun, Meksiko, Meksiko.

Kementerian Luar Negeri Meksiko mengatakan bahwa resolusi tersebut seharusnya menyerukan untuk mengakhiri kekerasan dan bagi para pihak untuk menyelesaikan konflik melalui dialog.

Dua bulan demonstrasi menentang pemerintahan Maduro, karena pendukung oposisi menuntut pemilihan, kebebasan untuk aktivis yang dipenjara, dan bantuan kemanusiaan asing, telah membuat Amerika Serikat menjadi negara OPEC yang ambisius.

Diplomat tertinggi Meksiko Luis Videgaray mengatakan pada hari Selasa bahwa Venezuela tidak lagi berfungsi sebagai negara demokrasi. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya