Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kesalahan Saat Imunisasi Campak, 15 Anak Tewas

SABTU, 03 JUNI 2017 | 16:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sedikitnya 15 anak telah meninggal di Sudan Selatan akibat kesalahan dalam imunisasi campak.

Anak-anak tersebut diimuniasai dengan jarum suntik yang sama dan tidak steril. Bukan hanya itu, vaksin campak tersebut pun tidak disimpan dengan benar.

Fakta-fakta tersebut ditemukan dalam sebuah penyelidikan setelah kasus kematian terjadi.


Bukan hanya itu, menurut Menterian Kesehatan negara tersebut, Riek Gai Kok, tim yang mengelola vaksin di daerah tersebut pun tidak memiliki kualifikasi dan tidak terlatin untuk melakukan imunisasi.  

Akibatnya, kampanye imunisasi menyebabkan infeksi dan sepsis bagi anak-anak tersebut.

Sepsis adalah respon kekebalan yang berpotensi mematikan yang dipicu oleh infeksi yang menyebar dengan cepat di tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan organ multipel dan kematian.

Sekitar 300 orang divaksinasi selama kampanye di wilayah Kapoeta, termasuk 32 anak lainnya yang jatuh sakit, namun bertahan hidup.

Wabah campak di negara ini merupakan target utama dana anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), yang bertujuan untuk memvaksinasi 1,2 juta anak-anak tahun ini.

Namun sebuah laporan dari Associated Press mengatakan bahwa dalam kasus ini, ada anak-anak yang berusia 12 tahun yang ikut mengelola vaksin tersebut kepada orang lain.

Sudan Selatan mengumumkan kemerdekaan pada tahun 2011, namun telah berjuang untuk mempertahankan layanan dasar, termasuk perawatan kesehatan,  setelah perang sipil meletus pada tahun 2013.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan lebih dari satu juta anak telah melarikan diri dari negara tersebut selama konflik tersebut, dan satu juta lainnya mengungsi di negara ini. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya