Berita

Vladiir Putin/Net

Dunia

Putin: Serangan Kimia Di Idlib Bentuk Provokasi Bagi Pemerintah Assad

SABTU, 03 JUNI 2017 | 13:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow yakin sepenuhnya bahwa serangan kimia mematikan yang terjadi beberapa waktu lalu di provinsi Idlib di Suriah merupakan bentuk provokasi terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

"Kami benar-benar yakin bahwa ini adalah sebuah provokasi, Assad tidak menggunakan senjata, dilakukan oleh orang-orang yang ingin menyalahkannya atas hal itu," kata pemimpin Rusia tersebut dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada hari Jumat (2/6) seperti dimuat Press TV.

Lebih dari 80 orang, termasuk banyak anak-anak, meninggal dalam serangan gas pada tanggal 4 April di kota utara Khan Shaykhun, yang oleh negara-negara Barat disalahkan pada pemerintah Suriah.


Pemerintah Suriah dengan keras menolak tuduhan tersebut dan berulang kali menolak menggunakan atau bahkan memiliki senjata kimia sejak kepatuhan negara terhadap Konvensi Senjata Kimia disertifikasi oleh pengamat internasional pada tahun 2013.

Namun, tiga hari kemudian, dengan menggunakan insiden tersebut sebagai dalih, kapal perang AS menembakkan rudal jelajah Tomahawk dari dua kapal perang di Laut Mediterania di lapangan udara Shayrat di provinsi pusat Suriah, Homs, menyebabkan sekitar 15 korban tewas, termasuk warga sipil. Pejabat AS pada saat itu mengklaim bahwa serangan gas Khan Shaykhun yang dicurigai telah diluncurkan dari lokasi militer

Presiden Putin lebih lanjut mencatat dalam sambutannya bahwa intelijen Rusia memiliki informasi bahwa skenario serupa akan dimainkan di tempat lain di negara Arab, termasuk di dekat ibu kota Damaskus.

"Alhamdulillah, mereka cukup pintar untuk tidak melakukannya setelah kami merilis informasi tentang hal itu," katanya.

Putin juga mengatakan jika ada pesawat terbang yang lepas landas dari lapangan terbang, sumber-sumber kontrol modern akan bisa melihat pemuatan kerang dengan agen kimia. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya